Dunia makin Modern Pecinta Alam kian dibutuhkan

Dunia makin Modern Pecinta Alam kian dibutuhkan

RANAHRIAU.COM- Tugas anggota organisasi pecinta alam, selain menyelenggarakan kegiatan di organisasinya adalah memberi edukasi kepada masyarakat. Agar semakin banyak orang tua, tenaga pendidik dan terutama generasi milenial yang paham bahwa kegiatan pecinta alam adalah media pendidikan karakter.

“Kita harus terus menerus menyosialisasikannya. Baik di Indonesia maupun di Timor Leste. Sebab masyarakat di kedua kedua negara masih berasumsi kegiatan pecinta alam disamping berbahaya juga tidak berkontribusi pada karakter dan kecerdasan seseorang, “kata Ahyar Stone dari Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.

Ajakan itu disuarakan Ahyar saat memaparkan materi pada Webinar Internasional yang diselenggarakan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) bekerja sama dengan Associação Gerhana Explora no Prezerva Natureza, Timor Leste. (25/9/2021)

“Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan di kampus adalah pembelajaran berbentuk in door school. Sedangkan kegiatan pecinta alam adalah pembelajaran di alam atau out door school. Kedua model belajar ini birsinergi dan saling berkontribusi. Bukan kontradiktif,” terangnya.

Dipaparkan pula oleh Ahyar yang juga direktur Wartapala KP Yogyakarta, kegiatan pecinta alam mengelaborasi sekaligus empat bagian pendidkan karakter, yakni olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga. Hal ini akan membuat anggota pecinta alam cerdas secara emosional dan intelektual, serta memiliki karakter positif yang kuat. 

Sementara itu ketua SARMMI bidang komunikasi dan informasi, Fadlik Al Iman yang tampil pada sesi kedua Webinar Internasional, menegaskan tatkala dunia bergerak makin modern pecinta alam sebagai figur yang berkarakter tambah dibutuhkan.

Dengan ringkas Fadlik yang telah berkiprah di beberapa organisasi sosial kelas dunia seperti WWF mengurai, saat ini kerusakan lingkungan akibat pembangunan terus saja terjadi. Tetapi tidak banyak orang yang peduli. Padahal lingkungan yang rusak dapat menimbulkan kerusakan ekologis dan bencana alam. 

“Pecinta alam memiliki karakter peduli dan cinta lingkungan. Jadi sudah sepantasnya pecinta alam di Indonesia dan Timor Leste memiliki peran strategis dalam masalah lingkungan dan kemanusiaan,” pungkas Fadlik yang juga anggota istimewa Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta. 

Webinar Internasional ini diselenggarakan sebagai realisasi perdana SARMMI mendampingi Associação Gerhana guna mengembangkan kegiatan pecinta alam dan mempelopori berdirinya kegiatan SAR di Timor Leste. Webinar diikuti oleh Mapala dari berbagai kota di Indonesia serta pecinta alam di Timor Leste yang merupakan target utama Webinar.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :