Asosiasi Kontraktor Merasa Aneh

Proyek Pengangkutan Sampah Saja Tak Mampu Ditangani Walikota

Proyek Pengangkutan Sampah Saja Tak Mampu Ditangani Walikota

PEKANBARU, RanahRiau.com - Sejumlah kontraktor merasa aneh terhadap kinerja Walikota Pekanbaru Firdaus. Pasalnya, pekerjaan yang non teknis seperti pengangkutan sampah Kota Pekanbaru ini saja mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Riau ini tidak mampu menanganinya.

Buktinya, kisruh pengangkutan sampah di 8 kecamatan di Kota Pekanbaru berbuntut ke ranah hukum. PT Multi Inti Guna (MIG) selaku rekanan pemenang tender proyek pengangkutan sampah Kota Pekanbaru akhirnya menggugat Pemerintah Kota (Pemko) c/q Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru kepada Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru.

"Apalagi yang bisa kita harapkan dengan kepemimpinan seorang Firdaus, ST, MT. Pekerjaan yang tidak memerlukan teknis khusus seperti pengangkutan sampah saja tak bisa ditangani dengan baik," kata Syakirman, Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI) dalam perbincangan dengan riauterkinicom, kemarin malam (14/7/16). 

Ditegaskannya, kritik terhadap Walikota Pekanbaru ini tidak ada kepentingan politik, tetapi murni menyorot soal pekerjaan jasa pengangkutan sampah senilai Rp53 miliar tersebut.

Memang diakui Syakirman, PT MIG sendiri merupakan perusahaan yang tergabung dalam organisasi AKSI. Namun yang sangat disayangkan persoalan sampah tidak mesti berakhir di pengadilan jika Walikota Firdaus sejak dini sudah memiliki atensi untuk menyelesaikan persoalan sampah.

"Persoalannya tidak selesai dengan cara mencopot Kepala DKP Pekanbaru dan memutuskan kontrak PT MIG secara sepihak," tukasnya.

Di samping itu, Ketum DPN AKSI juga menyesalkan sikap anggota DPRD Kota yang terkesan lepas tangan. Padahal swastanisasi pengangkutan sampah Kota Pekanbaru tidak terlepas dari peranan anggota legislatif kota yang telah menyetujui proyek tahun jamak sekaligus mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pengangkutan Sampah. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :