Tidak Mudah percaya Berita Hoax Covid 19, salah satu cara jaga Kesehatan Mental

Tidak Mudah percaya Berita Hoax Covid 19, salah satu cara jaga Kesehatan Mental

Faktor tersebut adalah budaya saling berbagi pamer, sentimen sara masih kuat, belum bisa membedakan ranah private dan public, dan masyarakat Indonesia cenderung malas membaca sehingga cukup melihat judul dan abaikan isi konten atau isi berita

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Dokter Umum dan Pendiri Smile Care, dr. Anton Tanjung mengungkapkan jika ditengah perjuangan masyarakat melawan virus Covid-19, masyarakat juga harus berjuang melawan hoax atau kabar bohong yang beredar. 

Agar tidak menimbulkan ketakutan dan mengganggu kesehatan mental, hal ini tentunya menjadi PR bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memberantas maraknya kabar palsu mengenai Covid-19. 

"Kesehatan bukan berarti segala-galanya, tetapi segala-galanya tidak akan berarti jika kita tidak sehat. Oleh karena itu mari kita tingkatkan wawasan kita dalam menjaga kesehatan di saat pandemi seperti ini," ungkap Anton secara virtual pada Danatalk bertajuk Sehat di Masa Pandemi, Jaga Bisnis Laris Manis, Kamis (19/8/2021). 

Keseimbangan mental menghadapi Covid-19 menurutnya dapat dimulai dari berpikir positif. Dengan berpikir positif dapat menjadi cara efektif untuk mengatasi rasa cemas berlebihan. Bicaralah kepada diri sendiri dengan kalimat positif. Emosi cenderung dipengaruhi oleh pikiran, yang mana pikiran sangat tergantung dari bagaimana menafsirkan suatu peristiwa. 

Akibatnya, emosi cenderung menafsirkan suatu kabar tidak benar menjadi hal yang patut dipercaya. Cepatnya informasi beredar dan mudah diakses membuat masyarakat rentan terjebak dalam pemberitaan palsu. 

Anton membeberkan jika Indonesia masih mudah percaya hoax karena beberapa penyebab. Faktor tersebut adalah budaya saling berbagi pamer, sentimen sara masih kuat, belum bisa membedakan ranah private dan public, dan masyarakat Indonesia cenderung malas membaca sehingga cukup melihat judul dan abaikan isi konten atau isi berita.

Oleh karena itu, baiknya selalu pastikan bahwa hanya mempercayai informasi seputar pandemi Covid-19 pada sumber yang dapat dipercaya, misalnya WHO. Lalu "Saring informasi sebelum sharing. Bijak dalam memberikan informasi ke orang lain agar tidak menimbulkan kepanikan kolektif," tandas Anton.

 

Editor : Abdul
Sumber : Bisnis.com
Komentar Via Facebook :