Kasus Dugaan Dana Hibah Tahun 2019

Kejari Bengkalis Tetapkan Mantan Ketua Cabor PABBSI Sebagai Tersangka

Kejari Bengkalis Tetapkan Mantan Ketua Cabor PABBSI Sebagai Tersangka

Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti di dampingi Kasi Pidsus Juprizal, Kasi BB Doli Novaisal dan Kasi Intelijen Isnan Saat Gelar Konferensi Pers

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menetapkan tersangka mantan ketua cabang olahraga (Cabor) Persatuan Angkat Besi, Angkat berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) dari kasus dugaan dana hibah korupsi KONI Bengkalis tahun 2019 sebesar 12 miliar.

Berdasarkan alat bukti yang sah, menetapkan DY selaku mantan ketua Cabor PABBSI Kabupaten Bengkalis tahun 2010 yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 226.846.371 (dua ratus dua puluh enam juta delapan ratus empat puluh enam ribu tiga ratus tujuh puluh satu rupiah) atau sejumlah tersebut.

Demikian ini disampaikan oleh Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti, SH, MH diruangan Kasi Pidsus, saat gelar konferensi pers di Kantor Kejari Bengkalis, Rabu (28/7/2021).

Adapun perbuatan tersangka selaku ketua cabor PABBSI, bahwa pada tahun 2019 cabang olahraga PABBSI mendapatkan dana hibah dari KONI Bengkalis yang bersumber dan APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2019 sebesar Rp 326.200.000 (tiga ratus dua puluh enan juta dua ratus ribu rupiah).

Yang diterima dalam dua tahap yaitu, tahap pertama pada bulan Juni 2019 sebesar Rp 177.000.000, dan tahap II pada bulan Desember 2019 sebesar Rp 149.200.000.

Kemudian dana hibah yang telah diterima tersebut dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya, sebagimana mestinya sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), melainkan dana yang telah diterima oleh tersangka dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. 

"Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti menuturkan,  untuk menutupi perbuatan tersangka, DY telah membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) Fiktif, dan alat bukti yang telah diamankan 1 unit Laptop," ungkap Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti didampingi Kasi Pidsus Juprizal, Kasi BB Doli Novaisal, Kasi Intelijen Isnan dan penyidik Kejari Bengkalis.

Selama 6 bulan berjalan dan telah melakukan pemeriksaan terkait kasus cabor PABBSI di bawah naungan KONI Bengkalis, ada sebanyak 20 orang saksi telah dipanggil. Namun, penetapan tersangka inisial DY saat ini tidak hadir, dengan alasan yang bersangkutan dalam kondisi sakit.

Lanjutnya, menghimbau yang berangkutan DY agar kooperatif. Jika tersangka tidak kooperatif dalam waktu dekat ini akan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Bengkalis.

Sementara, Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Juprizal, tidak menutup kemungkinan pengurus KONI Bengkalis dan cabor lainnya dalam waktu dekat ini akan kita panggil. 

"Apakah itu sebagai saksi atau di tetapkan  tersangka," tegas Juprizal. 

Tersangka dikenakan dengan pasal yaitu, pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Alatau pasal (3) Jo pasal (18) UURI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UURI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kuhpidana, yang dapat merugikan keuangan negara (daerah atau perekonomian negara atau daerah).

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :