Ketua KONI Bengkalis : Saya Tidak Mau Mempersulit, Pintu Selalu Terbuka

Ketua KONI Bengkalis : Saya Tidak Mau Mempersulit, Pintu Selalu Terbuka

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis, melakukan Konferensi Pers, bertempat di ruang rapat Kantor KONI, Jalan Sri Pulau, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, terkait pemberitaan pengunaan anggaran yang mencuat beberapa hari yang lalu.

Pintu KONI selalu terbuka lebar untuk para pengurus cabang olahraga (cabor) yang ingin mendapatkan informasi apa saja seputar KONI, termasuk penggunaan dana hibah. Justru, hanya melalui KONI lah pengurus cabor bisa mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

Hal itu, disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Bengkalis, Darma Firdaus S kepada wartawan, menanggapi adanya pemberitaan sejumlah pengurus cabor menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap dirinya dalam penggunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2019.

"Ia, saya selaku Ketua KONI Kabupaten Bengkalis, tidak pernah mempersulit kawan-kawan cabor untuk bertemu dengan saya. Silakan datang kekantor, pintu selalu terbuka lebar, dan sejauh itu untuk kebaikan bersama dan untuk kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bengkalis, saya siap melayani kawan-kawan cabor,” katanya Ketua KONI Bengkalis kepada wartawan, Senin, (21/4/2020) di Bengkalis.

Menurut pria yang akrab disapa Ucok ini, dengan langsung menemui dirinya, maka pengurus cabor bisa mendapatkan informasi yang benar seputar penggunaan dana hibah, dibandingkan dengan informasi yang berkembang di luar.

"Saya katakan demikian, karena bisa jadi informasi ini di dapat dari sumber-sumber yang tidak objektif. Yang memang tidak suka dengan saya, sehingga informasi yang berkembang pun menjadi bias,” katanya lagi.

Seperti adanya tudingan penggunaan dana hibah di APBD Perubahan tahun 2019 sebesar Rp 5 miliar, yang pendistribusian tidak sesuai peruntukannya dan terindikasi diselewengkan. 

Ucok mengatakan, Rp 5 miliar tersebut merupakan bagian dari total dana hibah yang diterima oleh KONI Bengkalis tahun 2019 sebesar Rp12 miliar. Dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah disebutkan penggunaan dana ini dalam bentuk belanja langsung, belanja tidak langsung dan belanja pembinaan.

"Ini sudah menjadi panduan kita tidak bisa lari dari situ, berapa belanja langsung, belanja tidak langsung dan belanja pembinaan, itulah yang kita pakai, sudah sesuai dengan NPHD," ungkapnya.

Selanjutnya, terkait dana Rp 5 miliar untuk 3 pos anggaran yakni, bonus atlet Rp 1,8 miliar. Pembelian peralatan untuk 23 cabor sebesar Rp 2,5 miliar juga operasional kesekretariatan Rp 700 juta. Dan Ucok juga mengatakan itu adalah usulan RKA dari Disparbudpora ke BPKAD. Begitu sudah disahkan, maka Rp 5 miliar ini menjadi satu kesatuan dengan dana hibah yang sudah dicairkan sebelumnya, tidak berdiri sendiri. 

"Setelah melakukan evaluasi, KONI selanjutnya melakukan pergeseran anggaran. Namun, tetap mengacu kepada NPHD, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dana saat itu. Sehingga, ketika KONI mengajukan pencairan, item-itemnya tidak lagi berdasarkan usulan dalam RKA. Pergeseran anggaran dalam satu pos belanja itu dibenarkan. Untuk belanja pembinaan, dalam NPHD misalnya tertera Rp 5 miliar.

"Ia, tetap kita belanjakan Rp 5 miliar. Namun jumlah anggaran per sub kegiatan dari belanja pegawai ini kita geser menyesuaikan dengan kebutuhan saat itu,” kata Ucok.

"Itu sebabnya, sambung Ucok lagi, cabor-cabor tidak menerima dana pembinaan sesuai dengan usulan dalam RKA. Karena telah dilakukan pergeseran. kalau ada cabor yang sama sekali tidak mendapatkan dana pembinaan. Saya tidak tahu 7 cabor ini apa saja, kalau tau mungkin bisa saya jelaskan case by case," sebutnya.

"Ucok Menjelaskan, Secara garis besar bisa saja cabor bersangkutan tidak mengajukan usulan, atletnya tidak ada atau menurut tim verifikasi tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Terkait adanya tudingan besaran dana  pembinaan ke cabor tanpa indikator yang terukur. Ucok menjelaskan, cabor berprestasi tetap menjadi acuan utama. Selain itu, ada indikator lain yang menurut KONI perlu diperhatikan yaitu, cabor-cabor yang dipertandingkan pada Porprov mendatang. 

"Ada cabor unggulan tuan rumah dengan nomor pertandingan cukup banyak. Pada cabor ini, kita berusaha untuk setidaknya menyaingi perolehan medali tuan rumah. Sehingga target perolehan medali bisa tercapai dan berharap juara umum tetap kita pertahankan," terang Ucok lagi.

Ucok menuturkan, sebenarnya banyak klarifikasi yang ingin disampaikan. Namun, rasanya tak maksimal kalau hanya melalui pemberitaan. Akan lebih baik cabor yang merasa tidak puas menemui dirinya. Nanti akan dijelaskan lengkap  dengan data pendukung. 

"Soal mosi tidak percaya itu hak kawan-kawan cabor, tapi selaku Ketua Umum KONI Kabupaten Bengkalis, saya berkewajiban meluruskan informasi yang salah dan berkembang di luar sana," papar Ucok dengan serius.

Kalau niat kita sama, memajukan dunia olahraga di Kabupaten Bengkalis, ayo duduk semeja, buang yang keruh ambil yang jernih," tandasnya.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :