Salam Bijak
Bupati dan Wakil Tidak Anti Kritik, Agam : Itu Bagus, Ada Niat Baik dan Kedewasaan Pemimpin
M.Fachrorozi, Salah Seorang Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Salah seorang tokoh organisasi kemasyarakatan Kabupaten Bengkalis M.Fachrorozi menyambut baik pernyataan Bupati Bengkalis yang haus dengan kritik, bahkan mereka tidak anti kritikan.
Apalagi demi kepentingan daerah kritik menjadi masukan yang pantas untuk dipertimbangkan, dan itu sekaligus menunjukkan tingkat kematangan sikap yang positif dari pemimpin yang bijak, terbuka serta peka memanfaatkan kerangka berpikir positif adalah hal yang super sehat.
Pria yang cukup dikenal dengan sapaan Agam itu juga mengatakan, kita apresiasi atas keterbukaan dan profesionalitas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, yang intinya kita berterimakasih atas keunggulan sikap mereka itu. Sebutnya, apalagi dengan kesungguhan bukan hanya sebatas pemanfaatan narasi politik, paten itu lebih oke lagi.
"Jujur saja, sikap arif dari seorang pemimpin merupakan sesuatu yang berharga. Selain itu juga ada kandungan edukasi politik yang lebih bernilai," kata Agam ke RANAHRIAU.COM, via phone, Kamis (8/7/2021) malam.
Leadershipnya jadi menonjol, sambung Agam, kembali hal ini perlu saya kemukakan karena kita sangat sepakat, yang artinya Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis membuka diri untuk diwarning, di ingatkan tentunya yang bersifat membangun.
Selama ini kata Agam, para penggiat dan insan pemerhati Pemerintahan yang produktif menyuarakan pemikiran gagasan serta ide, rasanya dengan tujuan bagaimana secara tidak langsung bentuk teguran terhadap pemimpin.
Lanjutnya, kontribusi menyampaikan pendapat tentunya bukan tanpa alasan, ada rambu-rambu berdasarkan informasi, data penunjang serta perlakuan yang mungkin saja dipandang bertentangan dengan cita-cita negara dan daerah. Maka menjadi lazim di era demokrasi publik memberikan reaksi, selain di jamin oleh konstitusi, hal itu juga bagian dari kemajuan suatu bangsa.
"Jadi kata Agam lagi, pernyataan Bupati itu lafas yang sehat dan layak, perlu kita hormati," tutur Agam.
"Imbuhnya lagi, kesadaran pemimpin akan bagaimana mengakomodir suatu riak demokrasi dengan sudut pandang yang terpuji itu sudah melambangkan bagian dari kedewasaan dan kualitas personaliti seorang pemimpin, tanda golongan nakhoda terpelajar yang efek dominonya bermanfaat mendidik masyarakat dengan visual kepemimpinan yang fer dan terbuka. Semoga saja ucapan dan prakteknya balance, berharap semoga," sebutnya.
Ditekankannya lagi, ini bukan bentuk mendikte ataupun menggurui sebutnya, tapi bagaimana kesadaran pemimpin yang arif dan bijak perlu disemangati. Pemahamannya begitu dan keterbukaan itu juga merupakan fase dari kepemimpinan modren.
"Dimana, hadirnya naluri sosok seorang leader yang kompeten berbarengan kesiapan disiplin ilmu hingga menghasilkan siasat positif dari kepemimpinannya, elegan tidak dengan tangan besi," papar Agam.
Pesannya, jabatan politik maupun posisi sentral publik, itu amanah sementara bukan pula merupakan kedudukan yang abadi, jadi ketika masih mengemban jangan pernah melupakan kodrat yang sudah menjadi ketetapan itu, salam bijak.***


Komentar Via Facebook :