Diduga Bermasalah, Oknum di UIN Suska Riau Jadi Panitia Penjaringan, Kok Bisa?

Diduga Bermasalah, Oknum di UIN Suska Riau Jadi Panitia Penjaringan, Kok Bisa?

Pemilihan Wakil Rektor dan Dekan se-lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau akan segera dilaksanakan.

Aneh dan janggal, Pasalnya Ketua Panitia berinisial (AS) saat ini sedang "bermasalah" menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Riau dan juga sedang menunggu hasil sidang keputusan dari Kementrian Agama RI terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pelanggaran disipilin di UIN Suska Riau. 

Bukannya dibebas tugaskan, malah masih diberi kepercayaan untuk menjadi Ketua Panitia pemilihan Dekan dan Wakil Rektor.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Terkait hal ini Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, ketika ditemui ranahriau.com pada minggu (06/06/21) menjelaskan, janji Rektor yang terpilih akan melakukan Reformasi birokrasi, dan juga melakukan bersih-bersih dari oknum-oknum rezim terdahulu yang terindikasi terlibat kongkalikong dengan Rektor sebelumnya.

Dia juga mengatakan, ada aturan yang dilanggar, yaitu Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010.

"Ada aturan yang mengatakan bahwa ASN yang terkait dalam proses hukum, harus dinonaktifkan. Ini kok malah diberi posisi lagi," Ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ranahriau.com ke salah satu petinggi UIN Prof. Kusnadi, MA via telpon, dia menjelaskan bahwa pembentukan panitia penjaringan Wakil Rektor dan Dekan sudah sesuai dengan peraturan menteri agama no 23 tahun 2014 tentang statuta.

Disitu dijelaskan bahwa selambat-lambatnya dua bulan selesai pelantikan Rektor harus sudah terbentuk kabinet baru.

Tapi dia juga menjelaskan, di dalam aturan Ketua Panitia pemilihan tidak mesti Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan yang sekarang di jabat oleh AS.

"Di dalam aturan tidak mesti Kabiro AUPK yang menjadi Ketua Panitia, tapi ini sudah menjadi keputusan pimpinan," ujar Kusnadi

Menilisik lebih jauh, pewarta juga telah mencoba menghubungi Rektor dan AS melalui pesan whatsapp, hingga berita ini dinaikkan, belum ada respon atau tanggapan dari mereka.

 

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Komentar Via Facebook :