Diluar Tujuan Pokok, KONI Bengkalis Terlalu Sarat Dengan Kepentingan Serimoni, Ini Kata Ketua Cabor

Diluar Tujuan Pokok, KONI Bengkalis Terlalu Sarat Dengan Kepentingan Serimoni, Ini Kata Ketua Cabor

M. Fachrorozi, Ketua Cabor Pordirga Aeromodelling Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU COM - Masih berkutat dalam bingkai dunia olahraga prestasi, suatu sejarah kelam yang dialami Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis, dapat dirasakan kali ini menjadi fase tersulit yang harus ditempuh oleh komposisi periode sekarang, jalan terjal dan berliku cukup menguras dengan tingkat kerepotan yang alot.

"Introspeksi, Sebut Ketua Cabor Pordirga Aeromodelling Bengkalis M.Fachrorozi, sebagai anggota KONI yang sah rasanya perlu juga ambil bagian angkat bicara, apalagi kata pria yang akrab disapa Agam ini kita mutlak memiliki satu suara pada kepentingan wadah tersebut, bukannya diluar dari kapasitas tapi pemahaman legitimasi secara organisasinya selaras dengan legal standing kita-kita selaku anggota.

Disebutkannya lagi, mengevaluasi diri itu perlu, atas apa yang sekarang di jalani KONI Bengkalis sebaiknya koreksi ulang dengan begitu maka akan bisa bercermin, terutama untuk Ketua umumnya, Darma Firdaus, Sitompul, sebagai penanggung jawab penuh dalam organisasi yang anda pimpin mengakui kekurangan sebagai wujud menciptakan situasi kondusif bukanlah sebuah langkah yang tidak terhormat," sebut Agam kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Harusnya, sambung Agam, KONI mempunyai rasa malu yang besar, sebelum bisa menanamkan jiwa sportifitas. Semua persoalan yang timbul sekarang ini muaranya dari mana harusnya kan sudah dapat disadari, tinggal saja bisa sadar atau tidak beratnya di situ.

"Maka semakin memperburuk situasi dan itu juga memang menjadi kehendak KONI sendiri, mereka lebih mengutamakan sok gengsi dengan keinginan-keinginan arogansi," terangnya.

Dan keinginan itu tetap mereka kelabui dengan terus menguras celah-celah momentum, yang seakan mereka paling produktif dan berbuat. Dengan begitu, harapan mereka dapat mencuri simpatik banyak pihak, termasuk perhatian dari Pemda Bengkalis dan berbagai stakeholder. 

"Mereka bisa dibilang lebih mengejar itu dari pada prioritas utamanya, tampil dengan kemasan konsep-konsep yang berbasis serimonial tidak lain hanya ingin memperoleh stigma kreatif," paparnya.

Sangat disayangkan, memang ucap Agam masih melanjutkan, orang-orang cerdas yang tergabung di dalam komposisi kepengurusan itu tidak sedikit juga. 

Namun, Kata Agam lagi, bila berkaca pada perjalanan pahit yang sekarang justru berbalik, mereka-mereka yang seharusnya bisa menjadi mentor untuk hal baik malah harus rela turun grid, manut turut serta terlarut dengan ambisi keculasan dan mereka juga terjebak dengan kelicikan yang mampu menghipnotis prinsip dasar mereka sendiri.***

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :