Soal Hukum KONI Bengkalis, Ini Kata FORMASI PRESTASI, H.M.Reza Apriansyah

Soal Hukum KONI Bengkalis, Ini Kata FORMASI PRESTASI, H.M.Reza Apriansyah

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Formasi Prestasi (Forum Perjuangan Aspirasi Pelatih dan Atlet Berprestasi) Kabupaten Bengkalis turut ambil bagian menyikapi permasalahan hukum yang tengah melanda kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis, yang sekarang terus berlanjut di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. 

Secara maraton, penyidikan kasusnya tampak lancar dan menjadi konsentrasi penuh (full) oleh pihak Kejari menangani anggaran hibah KONI untuk tahun 2019 itu.

"Salah satu perwakilan yang juga selaku ketua Forum tersebut H.M.Reza Apriansyah menyikapi, pria yang keseharian akrab di sapa Aan boxer ini sengaja meluangkan kesempatan untuk turut angkat bicara, karena memandang sudah semakin tidak kondusifnya situasi di tubuh KONI sampai saat ini. 

"Bahkan dikatakannya catatan terburuk sepanjang perjalanan kepengurusan organisasi olahraga prestasi di Kabupaten Bengkalis dari yang telah sudah," sebut Aan kepada Wartawan, Sabtu (29/5/2021), ketika di hubungi via phone.

Sebagai mantan atlet sekaligus mantan pengurus KONI bidang Binpres, sedikit banyaknya dia sangat memahami bagaimana carut marutnya kepengurusan KONI yang sekarang dibawah kepemimpinan Darma Firdaus Sitompul, menjadi salah satu alasan dia mundur dari kepengurusan. Karena merasa sudah tidak sejalan dengan jiwa olahraga yang kental yang mengalir di dirinya, dan banyak ketimpangan dirasakannya selama jadi pengurus.

Tidak tanggung-tanggung sebagai mantan atlet Nasional dari cabang bela diri Tarung Derajat, Aan boxer merupakan peraih mendali emas terbanyak secara personal untuk tingkat Kejurnas dan PON. kesemuanya ia raih demi mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau. Diketahui, sudah tujuh mendali emas disumbangkannya pada ajang bergensi tingkat nasional.

"Dengan memandang situasi KONI hari ini, bukan hanya prihatin tapi ia juga sangat tidak bersimpatik, malah di tegaskannya justru menurutnya persoalan hukum yang bergulir sekarang itu ada baiknya, bukan kita mendoakan yang buruk tapi menjadi bukti bahwa ketidak beresan menjadi terlihat. 

"Bahkan, Aan berterimakasih pada pihak Kejari telah mau mengusut dan semoga saja semuanya dapat diungkap," harapnya dengan menjelaskan via phone.

Ditambah lagi, kata Aan, selama ini cukup banyak kekecewaan yang dirasakan para pelatih dan atlet atas berbagai kebijakan yang tidak jelas dari kepengurusan KONI yang sekarang, 

"Diskriminasi ketidak adilan cukup mencolok. Salah satunya honor pengurus dibayar lebih dan kabarnya, nilainya ditambah. Sementara pelatih dan atlet sendiri masih jauh dari harapan cuma tiga bulan dibayar untuk tahun 2020 yang lalu, kondisi ini sangat tidak masuk akal," jelasnya.

Lanjutnya, menurut Aan lagi, ada baiknya pencairan dana KONI untuk tahun 2021 di pertimbangkan dulu oleh Pemda Bengkalis, mengingat adanya kasus hukum dan juga khawatirnya ini dugaan, bukan tidak mungkin dana itu kalau dicairkan bisa tidak tepat guna seperti yang telah sudah. 

"Atlet dan pelatih hanya di jadikan jualan pencitraan pada kenyataannya tetap terkorbankan. Intinya, kita tidak mau dana itu sia-sia tambah lagi adanya kasus hukum," kata  mantan Tarung Derajat.

Sebagai insan olahraga prestasi yang aktif, ķami tidak lagi mau dibohongi, apalagi kami yang tergabung dari berbagai cabang olahraga sudah pernah diterima audensi oleh Bupati Bengkalis pada 4 Maret 2021 lalu.

"Pada pertemuannya di Wisma Sri Mahkota di kediaman dinas Bupati Bengkalis, disitu kami disambut baik dan berterimakasih, karena respon positif dari Ibu Bupati yang sangat peduli atas aspirasi atlet dan pelatih," pungkasnya.

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :