Ratusan Anggota Koptan Reboisasi di Rohul Nyaris Bentrok dengan Torganda

Ratusan Anggota Koptan Reboisasi di Rohul Nyaris Bentrok dengan Torganda

ROHUL, RanahRiau.com - Sekira 894 anggota Kelompok Tani (Koptan) Reboisasi Mandiri Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) batal menanam tanaman kehutanan di lahan reboisasi yang dikuasai oleh PT. Torganda kebun Rantau Kasai, Selasa (3/5/16) sore.

Petani yang sudah bawa cangkul dan babat untuk melakukan penanaman batal menanam tanaman kehutanan di lahan reboisasi Hutan Lindung Mahato karena dihalang-halangi oleh sekira 60-an karyawan PT. Torganda yang membawa senjata tajam, seperti samurai, tojok, dan dodos‎.

Aksi penghadangan di lahan reboisasi tersebut nyaris menyebabkan kedua belah pihak terlibat bentrokan massal.

Dari data dirangkum, lahan reboisasi di hutan lindung Mahato merupakan program pemerintah, agar lahan dimanfaatkan dengan menanaminya dengan tanaman kayu batang. Pemerintah sudah memberikan bibit bantuan kayu batang itu, namun bantuan batal ditanam petani.

Bentrokan bisa dicegah karena Kapolsek Tambusai Utara AKP Juli Afdal, dan puluhan anggota menengahi kedua belah pihak. Kapolsek sarankan masalah itu dimediasi di kantor Dinas Kehutanan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul.

AKP Juli Afdal, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tambusai Utara Johannes mengatakan pihaknya meminta kedua belah pihak tidak berbuat anarkis, sehingga merugikan diri sendiri.

Masih di tempat sama, Ketua Koptan Reboisasi Mandiri, Paimin mengatakan ia berani mengajak seluruh anggota Koptan ke lahan reboisasi, sebab pada 2008 silam, dia diberikan rekomendasi dari Dinas Kehutanan untuk membina 3.000 hektar lahan di hutan lindung Mahato untuk melakukan program reboisasi.

Namun, jelas Paimin, pada 2011 lahan reboisasi dirampas oleh PT. Torganda. Padahal anggota Koptan sudah sepakat mendukung program pemerintah "Menanam Satu Juta Pohon".

"Jadi kita akan merebut kembali hak kita itu," tegasnya.

"Hari ini rencananya kita akan menanam 50 ribu batang pohon di lahan reboisasi, namun kita dihalang-halangii pihak perusahaan," kesal Paimin.

"Kita hari ini mengalah, tapi bukan kalah. Sebagai Ketua Koptan, saya akan berada di depan untuk perjuangkan hak masyarakat," tambahnya.

Paimin mengaku kecewa dengan pihak Dishutbun Rohul, karena tidak ikut dalam penanaman ribuan batang pohon di lahan reboisasi. Ia mengharapkan penegak hukum dan pemerintah melihat rakyatnya yang tertindas. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :