Alasan Buku Terlambat, Uang BOS sejumlah Sekolah di Siak Diduga Masuk Ke Rekening Pribadi

Alasan Buku Terlambat, Uang BOS sejumlah Sekolah di Siak Diduga Masuk Ke Rekening Pribadi

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Berdasar dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Di Kabupaten Siak ada sekitar 11 (Sebelas) Sekolah menyimpan uang BOS masuk rekening pribadi ataupun disimpan dirumah Oknum terkait.

Masih dari BPK, dugaan itu ada di enam Sekolah Tingkat Dasar (SD), Dan Lima Sekolah SMP Bahkan nilai nya cukup besar yaitu Rp.290.532.745.00.

Berdasar dari data tersebut, Pewarta ranahriau.com melakukan penelusuran. Al Hasil dari investigasi ditemukan pengakuan dari salah satu Narasumber (YS) seorang kepala sekolah yang identitasnya tidak mau disebutkan mengatakan, Memang benar dana BOS Itu disimpan secara pribadi bukan Institusi.

"Memang benar Audit BPK Itu," Ungkapnya kepada ranahriau.com beberapa hari lalu.

Meski begitu, (YS ) menyebut, penyimpanan uang direkening pribadi atau dirumah itu akibat dari keterlambatan pihak penyedia buku mengirim ke sekolah.

"Semua ini Karena terlambatnya buku yang kami pesan, sehingga dana itu kami simpan, namun kita juga sudah sampaikan ke pihak Dinas Pendidikan dan sekretarisnya atas hal tersebut, artinya semua tahu koq," Beber dia.

Hal senada juga disampaikan kepala sekolah  membenarkan karena adanya keterlambatan  dari pihak penyedia buku tiga serangkai sehingga yang harus dibayarkan pada anggaran 2019 jadi dibayarkan tahun berikutnya.

Masih dalam Investigasi, Saat ditanyakan apakah ada pemberian Fee untuk kepala sekolah dari penyedia buku tiga serangkai.? Narasumber menyebut dengan lugas ada.

"Ada tapi tidak banyak," Jelas diakui Narasumber.

Terpisah, Dari hasil Wawancara Petugas BPK RI, di tahun 2019 dengan kepala sekolah dan bendahara Bantuan Operasional sekolah (BOS) di beberapa sekolah dasar (SDN) dan sekolah menengah pertama (SMPN) Kabupaten Siak Provinsi Riau, menunjukkan terdapat dana BOS yang disimpan di rumah dan Rekening pribadi kepala sekolah dan bendahara BOS.

Terdapat Enam Sekolah Dasar (SD) yang menyimpan uang dana BOS  dalam bentuk tunai di atas Rp 10.000.000. dengan total Rp.172.565.400.00 dan Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP)  dengan total 117.967.345.00, sebagaimana terdapat dalam tabel LHP RI. (Audit BPK RI 2019 yang di keluarkan tanggal 23 Juni 2020 masih tertulis dalam data).
 

 

Editor : Abidah
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :