IMM Kota Pekanbaru

Angkat Seminar tentang Blok Rokan, undang Petinggi SKK Migas dan FKPMR

Angkat Seminar tentang Blok Rokan, undang Petinggi SKK Migas dan FKPMR

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadyah Kota Pekanbaru mengadakan Musyawarah Cabang ke XV di Gedung Dakwah Muhammadiyah Provinsi Riau, Senin (21/12/2020).

Dalam pembukaan  Musyawarah Cabang IMM Ke XV, Pimpinan Cabang IMM Kota Pekanbaru mengadakan seminar hulu migas dengan tema, "Persiapan Pemerintah daerah dalam masa transisi dan peluang dari peralihan pengelolaan Blok rokan", dengan Narasumber Pimpinan SKK Migas Sumbagut Supriyono, Ak., CA., CiPP dan Wasekjen FKPMR  H. M Herwan, SE dengan dihadiri para peserta dan peninjau musyawarah cabang IMM Kota Pekanbaru dan para undangan dari organisasi mahasiswa lain nya, dalam seminar ini Supriyono selaku Pimpinan SKK Migas Sumbagut menyampaikan bahwa sebenarnya indonesia tidak negara paling kaya dalam hal industri minyak bumi dan gas, namun banyak negara lain yang berada di atas indonesia dengan jumlah penghasil minyak bumi dan gas (migas) yang besar.

"Dengan transisi Blok rokan dari Chevron Pasific Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih maksimal pengelolaan nya sehingga bisa terus berkontribusi kepada daerah dan negara", ujarnya.

Sementara itu,  M Herwan, SE selaku Wasekjen Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dalam pemaparannya menyampaikan banyak peluang yang harus bisa diambil selaku masyarakat asli daerah, "namun kita juga harus paham bahwa untuk bisa berkontribusi maka perlu kita bertanya pada diri kita apa yang kita miliki, keahlian apa yang sudah kita punya untuk bisa mengambil peluang tersebut", paparnya.

 lebih lanjut kata Herwan, sejatinya, setiap perusahaan yang bergerak di bidang apapun dianjurkan untuk menjalankan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Program Pengembangan Masyarakat) sebagai bentuk timbal-balik kepada masyarakat di sekitar lingkungan
operasinya.

"Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan baik kepada pemerintah dan juga kepada PT Pertamina. Selaku wakil sekretaris jendral Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), pemerintah daerah harus  segera mempercepat penyiapan dan pengajuan BUMD Riau sebagai penerima PI 10%, dengan membuat kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang terkait. Dan kepada kepada PT Pertamina dapat mendorong keikutsertaan BUMD Riau dalam pengelolaan WK Migas Rokan (joint operation)", pungkasnya.

selain itu juga, Memberi kesempatan kepada BUMD Riau dan Pemprov Riau untuk mengusulkan mitra dalam pengelolaan WK Migas Rokan, Mengalokasikan minimal 75% dana CD/CSR dan mendistribusikan untuk masyarakat Riau di wilayah Provinsi Riau, dan juga Memprioritaskan alokasi dana CD/CSR untuk pengembangan SDM (beasiswa pendidikan dan sarana/prasarana pendidikan),
Fasilitas Kesehatan Masyarakat dan Kegiatan Pengembangan Perekonomian Rakyat (UMKM). 

seminar ini dimoderatori oleh Boy Syahril selaku Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa muhammadiyah (PK IMM Imam Syafii) Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI, menyampaikan bahwa Dalam transisi ini memang harus mampu mengambil peluang yang didepan mata sebagai pemuda dan mahasiswa serta menyadari untuk bisa mengambil peluang dengan memperkaya diri keahlian yang memang dibutuhkan.

"Ada ketakutan yang terjadi kepada blok rokan seperti yang terjadi pada blok mahakam yaitu penurunan produksi, lanjutnya. Untuk itu mari kita sama-sama berharap semoga pertamina mampu mengelola blok rokan dengan baik sehingga harapan kita bersama tercapai", ujarnya.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :