Gaji Pekerja di RSUD Tembilahan Sudah Dibayarkan, Segini Angkanya

Gaji Pekerja di RSUD Tembilahan Sudah Dibayarkan, Segini Angkanya

Ilustrasi/net.

INDRAGIRI HILIR, RANAHRIAU.COM- Telatnya pembayaran gaji pekerja bangunan senilai Rp.42,7 Milyar di RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, Ahad (13/12/2020) lalu, ditanggapi oleh Direktur RSUD PH Tembilahan, yakni Dr.Saut Pak Pahan.

Saat dihubungi melalui seluler, Dr.Saut Pak Pahan menyatakan bahwa pihak RSUD PH Tembilahan tidak ada kaitannya atas pembayaran upah pekerja.

"Terkait pembayaran itu urusan Perusahaan," ujar Direktur RSUD Dr Saut Pak Pahan, Ahad (13/12/2020) malam.

Lebih lanjut, Dr Saut Pak Pahan mengatakan bahwa mega proyek dengan angka fantastis tersebut, pihaknya hanya sebagai jembatan atau penghubung antara Pekerja dengan Perusahaan PT. Kiyolan Mulia Karya.

"Upah pekerja yang belum dibayarkan Perusahaan yakni selama 23 hari, yang jelas kita sudah hubungi pihak perusahaaan untuk segera membayarkan," Jelas Pak Saut.

Setelah dikonfirmasi ulang Ranahriau.com pada Senin (14/12/2020) malam, melalui telpon seluler, Dr Saut mengatakan pihak perusahaan sudah membayarkan upah pekerja melalui kontraktornya.

"Alhamdulilah sudah dibayarkan oleh perusahaan. Untuk total saya tidak tau pasti, yang jelas sekitar 300-400 juta rupiah angkanya," terang Dr.Saut.

Selain itu Dr.Saut juga mengatakan bahwa besok pada tanggal 15 akan dilanjutkan pekerjaan fisik bangunan hingga mencapai target 65 persen pada akhir bulan Desember 2020.

"Sekarang sekitar 35 persen, sedangkan target harus mencapai 65 persen pada akhir Desember 2020 ini," jelas Dr.Saut.

"Berdasarkan aturan pemerintah, jika bangunan tidak selesai pada akhir Desember 2020, maka boleh dilanjutkan pada tahun 2021 yang akan datang," Tutup Dr.Saut Pak Pahan.

Editor : Syaiful
Komentar Via Facebook :