Pekerja Proyek Senilai Rp.42,7 Milyar di RSUD PH Tembilahan Menuntut Gaji

Pekerja Proyek Senilai Rp.42,7 Milyar di RSUD PH Tembilahan Menuntut Gaji

Suasana dilokasi aksi menuntut gaji di RSUD PH Tembilahan.

INDRAGIRI HILIR, RANAHRIAU.COM- Lebih kurang 70 orang pekerja mega proyek Belanja modal pengadaan kontruksi/pembelian gedung kantor (pembangunan dan rehap RS) di RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menagih janji ke pihak pelaksana pengadaan, Ahad (13/12/2020).

Pasalnya, menurut salah seorang dari pekerja yang bernama Slamet asal Ibu Kota Jakarta. Ia mengatakan bahwa semua pekerja termasuk dirinya tidak pernah lagi menerima gaji selama satu bulan lebih. Padahal 1 hari kerja minimal 100 ribu rupiah.

Sedangkan bangunan yang dikerjakan oleh lebih kurang 70 pekerja tersebut telah bekerja selama 1 bulan setengah, Namun hingga kini belum menerima upah sama sekali.

"Kami menutut hak kami pak," kata salah seorang Pekerja.

Ditempat yang sama, seorang pekerja lain mengatakan kepada awak media bahwa mereka terpaksa hutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, belum lagi tagihan yang dari kampung (keluarga) untuk meminta dikirimkan uang.

Aksi Pekerja menuntut gaji sempat memanas dengan membakar bahan material bangunan seperti kayu dan semen. Pasalnya, pihak RSUD dan Pengelola tidak ada menemui para pekerja tersebut.

Berdasarkan papan pengumuman yang dipasang, Proyek dianggarkan melalui DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) senilai Rp.42.708.803.604,20 (42,7 milyar rupiah), dengan waktu pelaksaan 255 hari. Kontraktor sendiri yakni dari PT.Kiyolan Mulia Karya (PT.KMK), dan Konsultan MK PT.Tujuh Jaya Konsultan (PT.TJK).

Hingga sore pukul 17.00 wib anggota Kepolisian dari Polsek Tembilahan Kota dan TNI Makodim 0314 Inhil berusaha menenangkan massa aksi dengan cara mediasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan selaku PPTK kegiatan tersebut belum bisa dihubungi oleh Ranahriau.com.
 

Editor : Syaiful
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :