Disdagperin Bengkalis Adakan Pelatihan Makanan GMP dan Menjahit Bagi Pelaku Usaha

Disdagperin Bengkalis Adakan Pelatihan Makanan GMP dan Menjahit Bagi Pelaku Usaha

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Dinas Perdaganan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis menggelar pelatihan produk makanan berdasarkan good manufacturing practice (GMP) bagi pelaku usaha industri kecil menengah  (IKM) khususnya di bidang pangan, Senin (9/11/2020).

Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, Indra Gunawan dalam pengarahannya GMP merupakan suatu pedoman bagi industri, terutama industri yang terkait dengan pangan, kosmetik dan farmasi untuk meningkatkan mutu dan hasil produksinya terkait dengan keamanan dan keselamatan konsumen yang menggunakan produk-produknya.

Dalam menghadapi era perdagangan pasar bebas Disdagperin mendorong produk IKM khususnya produk makanan dan minuman sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan untuk mampu bersaing dan menembus pasar di Negara Asian.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, melalui pelatihan produk makanan berdasarkan Penerapan GMP pada sebuah usaha memiliki banyak keuntungan diantaranya, meningkatkan kepercayaan pelanggan, meningkatkan image dan kompetensi perusahaan atau organisasi. Sehingga standarisasi tersebut baik dari sertifikat halal, komposisi produk, bahkan penilaian dimulai dari penggunaan bahan baku hingga proses produksinya," jelas H Indra Gunawan.

Meningkatkan kesempatan perusahan atau organisasi untuk memasuki pasar global melalui produk atau kemasan yang bebas bahan bearcun dan meningkatkan wawasan serta pengetahuan terhadap produk.

"Kepada peserta pelatihan ini akan memicu bapak-bapak dan ibu-ibu untuk lebih berprestasi dalam mengembangkan usahanya," harapnya.

Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Nurrahmi dalam laporannya, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mengenai cara menghasilkan pangan olahan yang bermutu dan sesuai tuntutan konsumen dipasaran.

Selanjutnya mendorong pelaku usaha industri pengolahan untuk bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk dan terwujudnya produk-produk IKM yang mampu bersaing dan diminati oleh konsumen.

Peserta pelatihan berjumlah 44 orang dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Foto : Saat menyampaikan kata pembukaan pelatihan produk makanan berdasarkan GMP kepada peserta dari 11 Kecamatan

 

Teks Foto : bersama saat acara pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

Selanjutnya, pada Senin 16 November 2020, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan kegiatan pelatihan menjahit Tahun 2020 No. 47/KPTS-PPTK, di Balai Latihan Kerja (BLK) pada senin 16 November 2020.

Adapun kegiatan pelatihan menjahit dibuka secara resmi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis H Indra Gunawan, didampingi Kepala Bidang Perindustrian Suhaimi, serta narasumber dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ratu Mode Pekanbaru Rita Husni dan Siti Rohani serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Netti Herawati, BA.

Kepala Disdagperin Bengkalis H Indra Gunawan mengatakan, Penyelenggaraan pelatihan menjahit ini merupakan salah satu upaya Pemkab Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri, agar mampu mengisi lowongan kerja yang ada di industri atau membuka lapangan pekerjaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

"Dalam pelatihan dan pembinaan kepada pelaku usaha menjahit merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan secara kontinu, sistematis dan terpadu, baik pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis lembaga non Pemerintah dan pihak swasta," kata Kepala Disdagperin H Indra Gunawan.

Selanjutnya, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menambahkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih produktif, serta mendorong menjadi pengusaha profesional dan menumbuhkan jiwa usaha sebagai penjahit.

Adapun jumlah peserta pelatihan menjahit sebanyak 44 orang yang terdiri dari 11 kecamatan yaitu : 

1. Kecamatan Bengkalis 4 orang
2. Kecamatan Bantan 4 orang
3. Kecamatan Bukit Batu 4 orang
4. Kecamatan Bandar Laksamana 4 orang         5. Kecamatan Siak Kecil 4 orang
6. Kecamatan Mandau 4 orang
7. Kecamatan Bathin Solapan 4 orang
8. Kecamatan Pinggir 4 orang
9. Kecamatan Muandau 4 orang
10. Kecamatan Rupat 4 orang
11. Kecamatan Rupat Utara 4 orang

Selama pelatihan tersebut, peserta diinapkan di Hotel Horizon Bengkalis.

Teks Foto : Para peserta pelatihan menjahit dari 11 Kecamatan dan 2 orang tenaga ahli/Instruktur dari Provinsi Riau

 

Teks Foto : Peserta pelatihan  diharapkan akan menjadi pengusaha profesional, sehingga menumbuhkan jiwa wira usaha sebagai penjahit yang handal

 

 

 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :