Belum Ada Penetapan Tersangka Kasus Mobilier Hotel Kuansing, IMM Layangkan Surat ke Kejari

Belum Ada Penetapan Tersangka Kasus Mobilier Hotel Kuansing, IMM Layangkan Surat ke Kejari

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Kasus dugaan korupsi pembangunan ruang pertemuan (mubiler) Hotel Kuansing tahun 2015 dengan pagu Rp12,5 miliar lebih itu Ternyata Kejari belum menetapkan tersangka. Pasalnya, Kajari masih menunggu hasil penghitungan kerugian dari pihak akuntan negara.

"Jika sudah final penghitungannya, maka satu atau dua hari setelah itu akan kita tetapkan tersangkanya. Dan akan kita sampaikan pada publik," tegas Hadiman sebulan yang lalu.

Kasus tersebut sudah naik dari Penyelidikan ke Penyidikan. Pihak Kejaksaan sendiri sudah memanggil dan memeriksa, lebih dari 20 orang sebagai saksi. Kemudian, pada tanggal 16 September 2020 yang lalu, Tim Penyidik yang diketuai oleh Kajari Kuansing Hadiman SH MH turun langsung melakukan  penggeledahan.

Mereka memeriksa satu persatu ruangan hotel yang saat ini terbengkalai dengan kondisi rusak parah. Mulai dari lantai bawah, lantai dua. Kamar sebanyak 46 kamar, ruang sarapan, selasar hotel hingga ke gedung Pertemuan Abdul Rauf tempat penyimpanan sisa mobilier yang masih ada.

Dari hasil pemeriksaan itu, pekerjaan fisik pembangunan ruang pertemuan ini hanya mampu di selesaikan pihak PT. BP sebagai rekanan sekitar 44 persen lebih dengan nilai yang dibayarkan Rp5,3 miliar lebih. Tapi, pekerjaan ini sampai sekarang tidak pernah di putus kontraknya.

Sebulan berjalan, tepatnya hari ini, Senin (19/10/2020) pihak Kajari Kuansing masih belum menerima hasil penghitungan kerugian dari tim akuntan negara, sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menyikapi hal ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kuantan Singingi tadi siang telah menyurati Kejaksaan Negeri Kuansing, sebagai bentuk dukungan kepada pihak kejaksaan untuk menuntaskan secepatnya kasus dugaan korupsi mobilier hotel Kuansing yang telah menelan miliaran rupiah, Namun hingga kini masih belum bisa dimanfaatkan.

"Secara umum, Ini surat pernyataan sikap IMM yang akan mendukung kinerja kejaksaan negeri kuantan singingi dalam mengusut kasus-kasus korupsi di negeri jalur khususnya kasus ruang pertemuan hotel kuantan singingi," ujar Sekretaris PC IMM Rio Ananda, tadi siang di Teluk Kuantan.

Selain Rio, Aktivis mahasiswa kuantan Singingi, Muhammad Abrar, juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Kejari. Karena telah melakukan penyidikan kasus Mega proyek tiga pilar Kuansing yang selama ini menjadi buah bibir masyarakat Kuansing.

"Kami mengapresiasi kinerja kejaksaan negeri kuantan singingi dan berharap kejaksaan negeri secepatnya menyelesaikan dan menindak pelaku korupsi ruang Mobilier Hotel Kuansing sehingga kedepannya tidak ada isu yang berkembang di masyarakat yg mengatakan bahwa kejaksaan negeri kuantan singingi memperlambat kasus," tutur Muhammad Abrar menandaskan.

Kemudian, Ketua umum PC IMM, Syafri Andi menegaskan, bahwa dengan diserahkannya surat pernyataan sikap oleh Sekretaris Umum PC IMM Kuansing, Saya sangat berharap Kejaksaan Negeri Kuansing propesional dalam menangani kasus tersebut.

"Kami selaku masyarakat Kuantan Singingi siap mendampingi Kejari Kuansing dari interpensi yang akan merusak proses penyelidikan kasus tersebut," Tegas Safry Andi

"Kami juga menekankan kepada kejaksaan negeri Kuansing jangan berhenti menangani kasus ini, sebab kalau berhenti akan membuat hukum di negri rantau kuantan yang beradat ini ternodai," tutup Ketum PC IMM Kuansing

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :