Eks Karyawan Perusahaan Kontraktor Chevron

Kecewa Sikap Disnaker Pekanbaru

Kecewa Sikap Disnaker Pekanbaru

PEKANBARU, RanahRiau.com - Federasi Pertambangan dan Energi (FPE) bagian dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menggelar aksi demo di kantor Walikota Pekanbaru, Senin (7/3/16). Aksi ini dilakukan akibat pemutusan kontrak kerja dari rekanan Chevron terhadap 82 karyawannya yang juga merupakan anggota FPE SBSI.

Korlap FPE SBS Santoso dalam orasinya mengatakan Disnaker dinilai lambat menyelesaikan persoalan mereka yang telah bergulir sejak enam bulan lalu.

"Hingga sekarang belum ada penyelesaian solusi dari Disnaker Pekanbaru, mereka tutup mata atas penderitaan para pekerja, " ujar Santoso.

Sementara itu Kepala Disnaker Kota Pekanbaru Jhony Sarikoen usai menggelar mediasi dengan perwakilan pendemo mengatakan persoalan yang telah bergulir November 2015 lalu sudah coba diselesaikan Disnaker Pekanbaru dengan melakukan mediasi antar semua pihak.

"Kita telah beberapa kali menjalin audiensi dengan kedua belah pihak, bahkan termasuk perusahaan-perusahaan yang menjalin kontrak dengan Chevron agar bertemu dengan 82 mantan karyawan Chevron ini," ungkapnya.

Dari hasil audiensi tersebut kata Johny, 69 karyawan tersebut bersedia ditampung oleh perusahaan-perusahaan yang masih rekanan kontrak Chevron tersebut.

"Perusahaan lain tentu tak mungkin, masalahnya sekarang 82 karyawan tersebut sepakat kalau mereka kerja ya harus kerja semua, kalau tidak satu orang tidak kerka ya tidak kerja semua. Sementara daya tampung perusahaan-perusahaan yang menjalin kontrak dengan Chevron tidak menyanggupi itu," jelasnya.

Sementara itu Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Dedi Gusriadi yang juga ikut hadir dalam mediasi tersebut mengatakan, pemangkasan karyawan ini akibat melemahnya harga minya dunia.

"Kalau Chevron bohong, maksudnya bukan karena alasan tersebut (harga minyak dunia lemah) tentu itu akan kita tindak. Kalau sekarang kita akan melaporkan ke Wali kota Pekanbaru untuk audiensi lanjutan," pungkasnya. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :