Edwin Harap Produksi B30 Sebagai Sektor Ekonomi Baru Di Kampar
Pemda Kampar bersama Bupati dan stakeholder terkait mengadakan bincang santai di vila thecootoz Kampar. Hadir juga anggota DPR RI Syahrul Edy dan Senator Edwin Pratama, Jumat (5/6)
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Dalam bincang santai, Catur, Bupati Kampar memaparkan arah pembangunan Kampar untuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dalam masa covid-19, salah satunya membangkitkan ekonomi dalam bidang pariwisata.
Catur menerangkan soal Tol Exit Bangkinang Padang - Pekanbaru diharapkan menjadi salahsatu sektor wisata yang baru, menurut Catur, Tol Exit ini menjadi potensi wisata yang baru, dan Catur berharap kepada perwakilan legislatif di Pusat khususnya yang berasal dari putera Kampar mampu membangun sinergitas ini.
Syahrul Edy selaku anggota DPR RI, juga mempunyai keinginan yang sama untuk Arah kebijakan pembangunan memulihkan ekonomi dalam masa covid dengan jalur wisata
Menurutnya, ada beberapa program pusat khususnya di kementrian Desa soal program Desa wisata.
“ ada 400 juta untuk dana stimulan program desa wisata yang bisa di kelola dan Kampar punya potensi ini, kalau bisa desa wisata yang ada di Kampar bisa di SK an,” ucap Syahrul Edy.

Sedangkan Edwin Pratama Putra, selaku anggota DPD RI yang juga putra Kampar, yang saat ini berada di Komite II salah satunya dengan mitra Kementrian ESDM.
Menurut Edwin jalur perekonomian lainnya yang sangat potensi adalah soal program pemerintah tentang produksi Biosolar atau B30.
Dalam penyampaian Edwin, Riau punya potensi untuk produksi B30. Untuk di ketahui saat ini produksi B30 ada di Banten dan Jawa Barat.
Padahal, lanjut Edwin dari data Kementrian Provinsi Riau menyumbang 18 juta ton untuk ekspor CPO, sementara Sumatera Utara 15 juta Ton, dan saat ini Riau peringkat 1 untuk penghasil dan peng ekspor CPO se nasional.
“Pertanyaan saya ke Pak Menteri ESDM saat itu kenapa produksi B30 di Jawa Barat, ini kan menambah cost besar,” Kata Edwin.
Dari data ini, kata Edwin, Riau khususnya Kampar adalah titik tengah yang menjadi jantungnya di pulau Sumatera, dan ini kita bisa ajukan sebagai tempat pembangunan produksi B30.
Edwin berharap kepada Bupati Kampar dari potensi ini, kita bisa mengajukan Riau, khususnya Kampar sebagai tempat produksi B30.


Komentar Via Facebook :