Ini Sikap PMII Kota Pekanbaru Soal Kasus Rica

Ini Sikap PMII Kota Pekanbaru Soal Kasus Rica

Prihatin Kasus Pencurian Rica, PC PMII Kota Pekanbaru Sebut Pencuri Yang Sebenarnya Itu Adalah PTPN V Dan Bukti Bobroknya Pemkab Rokan Hulu.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Rica adalah seorang ibu yang berasal dari Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul yang bernasib malang akibat tak habis pikirnya untuk mengambil 3 tandan sawit milik PTPN V demi memeberi makan 3 orang anaknya yang menangis dan merengek akibat kelaparan yang tidak tertahan lagi.

Dia harus berurusan dengan aparat hukum saat ketahuan oleh satpam dan dilaporkan atas perkara pencurian ke Polsek Tandun untuk menerima hukuman atas perbuatannya.

Disaat Pandemi Covid19 dan anjloknya ekonomi membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan sebagian harus menanggung pahitnya hidup akibat minimnya pengelolaan bantuan yang disalurkan di daerah-daerah terdampak virus corana ini, sementara banyak masyarakat dan anak-anak menangis, sebagian besar elite malah terlihat seolah menerima berkah tender dan proyek dari musibah ini. Salah satu yang menjadi viral dan memprihatinkan adalah kasus pencurian seorang ibu di desa koto tandun, kabupaten rohul yang harus menerima pil pahit setelah dilaporkan kepolisi dengan kasus pencurian.

Pencurian yang dilakukan ibu 3 anak ini bukan tanpa sebab, setelah tak tahan melihat anaknya menangis kelaparan dan tak kunjung pernah sekalipun ia menerima bantuan, baik dari pemerintah maupun elite perusahaan, yang notabenenya ibu ini layak jadi perhatian malah harus di kriminalisasikan.

Melihat hal ini, Ketua PC PMII Kota Pekanbaru mengakatakan prihatin atas kasus yang terjadi ini, apalagi harus dilaporkan dan harus memenuhi tuntutan hukum yang akan tiba, "Ketika kasus ibu Rica ini dilaporkan oleh pihak PTPN V ke Polsek Tandun dengan alasan Kasus Pencurian, kami melihat Perusahaan PTPN V tak sadar mereka juga adalah pencuri di tanah Riau ini, bahkan mereka adalah perampas ulung dibalik embel-embel Plat Merah". 

Ali Junjung yang juga Ketua PC PMII Kota Pekanbaru mengaku bukan tanpa alasan mengatakan bahwa PTPN V merupakan pencuri yang sebenarnya, Ia menyatakan bahwa banyak kasus yang telah menimpa pihak PTPN V terkait penyerobotan lahan di beberapa daerah di Riau serta telah banyak merusak lingkungan akibat arogansi PT Plat Merah ini, "Kita lihat kasus penyerobotan lahan PTPN V di kuantan Singingi pada 2017 silam, sekarang sudah sejauh mana penegakan hukumnya?, Lalu bagaimana perkara dugaan lahan ilegal PTPN V yang juga tepat berada di Rokan Hulu, dan mari kita ukur berapa luas lahan PTPN V di Tesso Nilo, dan semua lahan di daerah kabupaten lain yang digarap dengan gagah oleh mereka, belum lagi masalah limbah dan rusaknya lingkungan akibat mereka, kasus Karhutla! Kami yakin pihak PTPN V juga ikut andil masalah kasus itu, makanya kami katakan mereka pencuri yang pantas dapat jerat Hukum, sebab itu tanah masyarakat yang mereka ambil dengan dalih PT milik negara." Ungkap Ali Junjung.

Melihat kondisi saat ini akibat pandemi yang melanda masyarakat, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu, dengan adanya kasus yang memprihatinkan ini menandakan miskinnya perhatian pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dengan tidak tersentuhnya bantuan kepada masyarakat miskin, "Beliau (Bupati Rokan Hulu) tak layak jadi pemimpin masyarakat Rokan Hulu, masyakat sudah hilang kepercayaan dan miris dengan pemerintahan Rokan Hulu, saya merasa beliau tak ada lagi tempat di hati masyarakat Rokan Hulu dan harus malu jika masih mau jadi Bupati lagi", ungkap ali junjung.

Selain menyayangkan minimnya perhatian pemerintah akan kasus ini, PMII juga prihatin dengan tak adanya sampai saat ini pembelaan yang dilakukan dari pihak kepala desa Koto Tandun maupun Camat Tandun terhadap ibu Rica ini, "mereka semua sama, kepala desa, camat hingga bupati, mereka pantas mendapat kecaman dan kutukan masyarakat jika kasus ini tak dapat perhatian" tambah ali Junjung.

Selain memberikan rasa prihatin terhadap kasus ibu Rica, Ketua Cabang PMII kota Pekanbaru juga menyatakan dalam waktu dekat akan mengintruksikan Komisariat PMII Kabupaten Rohul yang berada dibawah Cabang PMII Kota Pekanbaru untuk melakukan aksi massa dan pembelaan selama kasus ini berlangsung. "Kami akan turun ke jalan, dan menyampaikan semua kebobrokan elite pengusaha dan pemerintah dan mengawal kasus ibu rica ini", tutup Ali Junjung.

 

 

Editor : FES
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :