Kebijakan Kadiskes Meranti menangani Corona

Dosen Epidemiologi Internasional, hal ini patut diapresiasi

Dosen Epidemiologi Internasional, hal ini patut diapresiasi

SELATPANJANG, RANAHRIAU.COM- Dr. H. Misri Hasanto, M.Kes, adalah Mahasiswa berprestasi dan menjadi salah satu peserta didik terbaik mata kuliah Magister Kesehatan dengan Peminatan Ahli Epidemiologi, kecerdasannya juga mendapat nilai Summa Cumlaude dengan masa pendidikan tercepat, yaitu menamatkan Pendidikan Pasca Sarjana (S2) dalam waktu 1 tahun 5 bulan, dan Tesis dengan nilai terbaik.

Demikian dikatakan Guru Besar Epidemiologi Internasional, Profesor DR. H. Buchari L,PhD, mantan konsultan WHO, yang menjadi dosen pakar Epidemiologi diberbagai Negara, kepada awak media, terkait kepiawaian Dr. Misri Hasanto dalam menangani beberapa hal tentang kesehatan.

“Saya bangga dengan apa yang dilakukan Dr. H. Misri Hasanto M.Kes, selaku Kadiskes Meranti atas prestasinya dalam melawan Virus Corona di kepulauan Meranti Provinsi Riau, kita butuh sosok seperti ini untuk kemajuan kesehatan masyarakat di Indonesia, karena beliau mampu menjadikan Meranti sebagai “Zona Hijau” ditengah tengah kepungan Zona Merah, baik di Riau maupun di Provinsi Kepri”. Ucap Prof. DR. H. Buchari L.PhD, melalui sambungan teleponnya, Sabtu (25/4/2020).

Buchari juga mengatakan bahwa Kadiskes Kepulauan Meranti telah melakukan upaya pencegahan Virus Corona jauh sebelum Imlek atau Pesta Perang Air (Chian Cui), "hal ini merupakan upaya yang sangat strategis, yaitu dilakukan dengan Sistem Survailance Penyakit", ujarnya.

Lebih lanjut,  dosen  Internasional ini menyampaikan Analisa secara Epidemiologi, Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk Daerah yang sangat beresiko tertular Covid-19, tetapi oleh karena kejelian Seorang Ahli Epidemiologi, (dr H Misri Hasanto M.Kes) maka hal tersebut tidak terjadi. "Saya sebagai seorang Ahli Epidemiologi Internasional (WHO), sangat mengapresiasi kesiapsiagaan Kadiskes Meranti", ungkapnya.

Terkait wabah yang menyerang ratusan Negara, tidak terkecuali Indonesia, Prof. DR. Buchari menilai, upaya pemerintah RI dalam penanganannya agak terlambat dan terkesan lalai, untuk itu dia berharap kepada masyarakat ikut berpartisipasi dalam pencegahannya, yaitu dengan tetap menjaga jarak aman (physical distancing).

 

Ditempat terpisah, Dr. H. Misri Hasanto, M.Kes, ketika ditemui membenarkan kepakaran Prof. H. Buchari L,PhD, dikatakannya bahwa beliau adalah dosen terbaik, yang telah mendidiknya, bahkan hingga saat ini beliau tetap selalu memberikan pandangan serta bimbingan terhadap berbagai persoalan kesehatan.

“Beliau adalah guru terbaik, saya selalu minta pendapat serta pandangannya terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, dan apa yang saya lakukan sejak awal terhadap upaya pencegahan Covid-19 ini tidak terlepas dari Ilmu yang beliau berikan saat kuliah Pasca Sarjana dulu”. Tutup Dr. Misri. 

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :