Universitas Abdurrab Pekanbaru

Gelar Seminar cara efektif hindari Corona, ajak masyarakat agar tidak panik

Gelar Seminar cara efektif hindari Corona, ajak masyarakat agar tidak panik

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- semakin maraknya informasi mengenai beredarnya virus corona yang akhir-akhir ini meresahkan fan membuat panik sebagian besar warga Riau dan Pekanbaru pada khususnya membuat Universitas Abdurrab Pekanbaru mengadakan Seminar dengan Tajuk, "Cara Efektif agar tidak tertular virus Corona " yang dilaksanakan di Susiana Tabrani Convention Hall Pekanbaru, Jumat (06/03/2020).

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pembicara dr. Faisal, SpPD, FINASIM, Kaprodi Profesi Dokter Fak.Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab, lalu ada Prof. Susi Endrini, PhD, Rektor Universitas Abdurrab dan juga dr. Feriandi Utomo, M. Biomed, Dekan Fak.Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab

dr. Faisal, SpPD, FINASIM dalam paparannya menyebut agar selaku waspada dan tidak bersikap panik terhadap virus corona tapi tak perlu panik, karena angka kematiannya cukup rendah dibanding dengan virus sejenis yang sebelumnya juga pernah ada. "Kita harus tetap waspada agar tidak terinfeksi, dengan cara menghindari kontak dengan penderita, meningkatkan daya tahan tubuh dengan rajin berolahraga minimal 30 menit sehari, rajin cuci tangan, dan menggunakan masker terutama bagi penderita agar tidak tertular ke orang lain", ujarnya.

Dalam paparan berikutnya Prof. Susi Endrini, PhD, menyatakan turut prihatin dengan adanya penyebaran virus corona ini.

Oleh karena itu Rektor Universitas Abdurrab ini memberikan arahan terkait banyaknya informasi terkait dengan virus corona yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, seperti mencuci hidung dengan garam, menerima paket dari China, obat kumur, makan bawang putih, pakai minyak wijen, virus kelelawar, dan masih banyak lainnya.

Disisi lain, dr. Feriandri Utomo, dalam penjelasannya membacakan pernyataan sikap Universitas Abdurrab terhadap wabah virus corona, yaitu:

  1. Corona adalah ancaman keamanan non-konvensional yang serius.
  2. Virus corona bukan sekadar persoalan kesehatan, tapi meliputi isu yang sangat kompleks, perlu kerja sama semua pihak.
  3. Pemerintah pusat dan daerah perlu membentuk tim pencegahan dan penanganan virus corona, meliputi kebijakan keimigrasian, pariwisata, kesehatan.
  4. Butuh keaktifan semua lapisan masyarakat untuk sama-sama peduli.
  5. Pemerintah perlu memberikan early warning dan memberikan informasi yang jujur dan terbuka terkait virus corona. Tidak perlu ada informasi yang ditutupi untuk pencitraan dan kepentingan pariwisata. Nyawa manusia jauh lebih berharga
  6. Agar masyarakat menjaga kesehatan waspada terhadap virus corona. Mengurangi aktivitas luar rumah dan di pusat keramaian, bagi yang sakit bergejala demam, batuk, flu, pilek dan sesak nafas wajib menggunakan masker, sring-seringlah mencuci seluruh bagian tangan dengan sabun atau cairan antiseptik minimal selama 30 detik dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.
  7. Meminta kepada tenaga kesehatan: dokter, perawat, bidan, apoteker, analis kesehatan, untuk turut berperan dalam pencegahan dan penanganan virus corona.
  8. Yayasan Abdurrab menggelar aksi nyata dengan membagikan hand sanitizer sesuai standar WHO secara gratis yang diproduksi langsung oleh dosen Parodi Analis, Farmasi dan Makanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab, lalu membantu membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan desinfektan serta video-video untuk mengkampanyekan melalui media sosial tentang pencegahan penularan virus corona.

 

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :