Polresta Pekanbaru Rekom Hentikan Permanen Kongres HMI

Polresta Pekanbaru Rekom Hentikan Permanen Kongres HMI

PEKANBARU,RanahRiau.com  - Kericuhan demi kericuhan terus mewarnai Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru dan pelaksanaa kongres tersebut dinilai sudah tidak sehat. Terlebih, pelaksanaan kongres yang dimulai pada tengah malam yang berakhir pada dini hari.

Seringnya terjadi kericuhan dalam pelaksanaan kongres HMI yang sudah sangat meresahkan warga dan bahkan, beberapa pedagang yang mengais rejeki dengan memanfaatkan momen kongres tersebut turut menjadi korban setelah dagangannya dijarah oleh masa HMI yang tidak bertanggungjawab.

Hal ini, membuat pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru akan mempertimbangkan kembali untuk kelanjutan pelaksanaan kongres HMI yang sangat meresahkan warga Pekanbaru karena menciptakan situasi yang tidak kondusif, ditambah lagi izin pelaksanaan kongres sudah melampaui izin yang diberikan.

"Siang ini (kemarin) kita akan menggelar rapat dengan instansi terkait, seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan pihak HMI untuk mempertimbangkan kembali pelaksanaan kongres HMI yang kita rekomendasikan untuk dihentikan secara permanen," ujar Wakil Kepala Polresta Pekanbaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Sugeng Putut Wicaksono SIK, Jumat (4/12/2015).

Menurut Putut, rekomendasi penghentian kongres HMI tersebut juga mempertimbangkan dalam waktu dekat sembilan Kabupaten/Kota di Riau akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan hal ini menjadikan pihak kepolisian tidak sapat secara maksimal mengamankan situasi jalannya kongres HMI yang dari awal sudah diwarnai kericuhan.

"Sebentar lagi kita juga akan melaksanakan Pilkada serentak sembilan Kabupaten/Kota dan tidak memungkinkan bagi kepolisian untuk tetap mengamankan jalannya kongres HMI secara maksimal, dengan pengamanan yang saat ini saja masih terjadi kericuhan," kata Putut.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kongres hari Jumat (4/12/2015) dinihari, kericuhan kembali terjadi saat kongres berlangsung yang dipicu oleh HMI kubu Makasar yang tidak terima dengan keputusan pimpinan sidang dan kemudian HMI kubu Manado mencoba menenangkan yang justru menjadi pemicu bentrokan.

"Dalam bentrokan yang terjadi dinihari itu, lagi-lagi inventaris Gelanggang Remaja menjadi sasaran yang digunakan sebagai media dan alat bentrokan, meski kedua kubu sudah kita pisahkan, bentrokan sesama HMI masih berlangsung hingga ke Jalan protokol dimana kedua kubu saling lempar batu," jelasnya.

Tidak hanya lemparan batu yang mewarnai bentrok masa HMI tersebut, pedagang musiman yang mengais rejeki di depan pagar Gelanggang Remaja pun menjadi korban keganasan masa HMI yang menjarah barang-barang dagangan milik pedagang hingga akhirnya para pedagang memilih lari untuk menyelamatkan diri.

Terkait dengan semakin tidak kondusifnya keamanan di Pekanbaru semenjak pelaksanaan kongres HMI dan ditambah lagi dengan pelaksanaan kongres yang sangat tidak sehat karena kongres dilaksanakan pada tengah malam ketika masyarakat Pekanbaru tengah beristirahat serta pelaksanaan kongres yang sudah melanggar izin pelaksanaan, Putut mengungkapkan, pelaksanaan kongres HMI tidak memungkin untuk terus dilaksanakan.

"Polresta Pekanbaru merekomendasikan kepada Polda Riau dan Pemprov Riau agar kongres ini dihentikan permanen atau tidak diadakan lagi dan kita sudah membahasnya dengan bapak Kapolresta Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Drs Aries Syarief Hidayat MM  agar Kongres HMI dibatalkan," tegas Putut.

Rekomendasi dihentikannya pelaksanaan kongres yang sangat mengancam kemanaan masyarakat Pekanbaru tersebut, Putut menguraikan, karena selama pelaksanaan kongres yang tidak normal itu banyak terjadi tindak kriminalitas, seperti pengerusakan, penganiayaan dan penjarahan yang dilakukan oleh masa yang membawa-bawa nama Islam tersebut.

"Kita sudah lakukan beberapa pertimbangan dan hasil dari analisa, konflik terjadi bukan lagi berawal dari kongres, tapi sudah melebar diluar materi kongres dan ini memacing rekasi keras dari masyarakat Kota Pekanbaru yang sudah sangat terganggu dengan pelaksanaan kongres dan justru berbahaya bagi masa HMI," ucap putut. (Hrc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :