Dugaan korupsi Mantan Bendahara RSUD Bangkinang, Jaminkan 3 Sertifikat Milik Orang tua

Dugaan korupsi Mantan Bendahara RSUD Bangkinang, Jaminkan 3 Sertifikat Milik Orang tua

Foto : Net

Orang tua mana yang ingin anaknya masuk penjara, karna tindakan pidana dugaan korupsi di lingkungan RSUD Bangkinang, sementara membesar dan mendidik nya sudah bertahun-tahun, tidak tega hati orang tua membiarkan anaknya terjerat masuk ke ranah hukum.

BANGKINANG, RANAHRIAU.COM - Hal ini di rasakan oleh Hj A, yang di kenal orang di kabupaten Kampar dengan usaha Rumah makan TL Jalan M.ALI kota Bangkinang - Kampar.

"Karna ulah anak saya yang bermasalah dengan pekerjaan nya (Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang oleh  mantan bendahara inisial AW) 3 sertifikat rumah saya di jadikan jaminan untuk menyelesaikan kerugian negara, sampai hari ini belum tau status anak saya," ungkapnya kepada pewarta ranahriau.com, Jumat (13/12/2019) dalam rekam wawancara di Bangkinang.

Sebagai orang tua, Hj. A menambahkan, dirinya keberatan kalau 3 sertifikat tanah, Rumah dan Ruko  menjadi jaminan.

"Anak saya mungkin dalam paksaan dan ancaman dari inspektorat, harus  menyelesaikan  semua dugaan dana negara yang sudah di korupsi," Keluhnya.

Diceritakan, Hj.A (60), ia mengaku kaget saat mengetahui sang anak terlibat dalam dugaan korupsi di lingkungan RSUD Bangkinang, namun hingga sekarang belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya tidak tahu anak saya terlibat dugaan korupsi  di RSUD Bangkinang. Tahu-tahu pinjam sertifikat Rumah" tuturnya.

Terpisah, dari konfirmasi melalui pesan WA, kepala inspektorat Muhammad mengatakan, dirinya tidak pernah memaksakan untuk menjaminkan sertifikat.

"Tidak pernah ada pemaksaan apalagi ancaman dari Inspektorat maupun Pemda Kampar terkait dengan Jaminan Sertifikat mantan bendahara BLUD RSUD pada persoalan temuan BPK-RI. Semua langkah yang dilakukan pemda melalui APIP, sudah sesuai dengan mekanisme SKTJM dan diketahui oleh yang bersangkutan," Jelasnya.

Saat ditanyakan ranahriau.com, apakah jaminan tiga sertifikat sudah bisa menutupi kerugian negara.? Muhammad menjawab singkat.

"Ada lembaga yang menentukan besaran nilai jaminan. Inspektorat tidak dalam kapasitas itu," Sebut dia.

Mengenai laporan yang di sebutkan orang tua mantan Bendahara RSUD Bangkinang, kepala inspektorat membenarkan hal itu.

"Benar ada, Saya dilaporkan  pasal penggelapan, logikanya, Jaminan sertifikat yang ditahan pemda melalui inspektorat Dianggap digelapkan." Tukasnya.


 

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :