Silvikuktur diperalat demi Gunduli hutan, DR. Elviriadi: disitu saya merasa sedih
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kondisi hutan di tanah air khususnya hutan tropis propinsi Riau makin menipis. Tutupan dan tegakan pohon kayu menghilang drastis oleh pembukaan hutan skala besar sehingga lahan gambut terbakar (Karhutla) tiap tahun.
Para ilmuan di kampus terutama di Jawa, mengembangkan teknik memuliakan pohon, fungsi ekologi hutan yang disebut Silvikultur. Namun aplikasinya ternyata untuk memenuhi usaha industri kayu (plywod) sehingga digunduli kembali.
Menyikapi itu, pakar lingkungan nasional, DR.Elviriadi mengaku sangat terpukul dan sedih. "Ya, saya sedih dan heran, kok ilmu yang suci diperalat untuk kepentingan kapitalis dan hawa nafsu. Di media RanahRiau.com beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengatakan, setelah saya share ada (ilmuan) bilang saya tak kompeten, ngawur, jatuhkan martabat sendiri, dan lain lain. Saya sabar saja,"kata mantan aktivis 98 ini.
Ketua Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menilai, saat ini ilmuan sedang terputus dari memaknai ilmu secara benar.
"Saya kira ilmu ilmu kehutanan, lingkungan, teknologi dan rekayasa genetika, itu semua harus dimanfaatkan untuk kemashlahatan umat. Jadi filsafat ilmunya orang-orang eksakta ini perlu diperkuat, masak silvikultur untuk kebutuhan industri kayu, ini namanya Silvi-Kapitalis, " sindir Anggota Tetap."Society of Ethnograpy " Ohio.State University itu.
Elv juga menambahkan, ilmuwan kehutanan dan lingkungan harus melihat korpus ilmu itu dari hulu ke hilir. "Silahkan mencipta dan menemukan "something" sebagai hulu pengetahuan, tapi di hilirnya apa? Bermanfaat untuk apa? Silvikultur ya untuk pemulihan hutan, karena keseimbangan alam sedang terganggu", tegasnya.
Ketua Majelis LH Muhammadiyah itu berjanji untuk terus mengajak ilmuwan ke jalan kebenaran. "Insya Allah niat dakwah saja, saya ajak terus rekan dosen agar idealis, jangan tergiur uang proyek, tapi perjuangankan lah rakyat dan hutan gundul," pungkas tokoh muda yang gundul kepala demi nasib hutan.


Komentar Via Facebook :