Hospitality Ambulance, Program ACT dalam tanggap kabut Asap Riau 2019
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan yang berjumlah kurang lebih 100 ton yang akan disalurkan di 6 Kabupaten atau Kota di Provinsi Riau yang terdampak dari kabut asap. hal ini disampaikan oleh Wahyu Febrian, selaku komandan Nasional aksi Darurat kabut Asap, kepada wartawan ranahriau.com, Jumat (27/09/2019).
"100 ton tersebut kita membawa susu, vitamin, obat-obatan, makanan cepat saji dan juga bahan pokok yang diangkut menggunakan 10 unit truck yang diangkut dari Jakarta", ujarnya.
Selain di Riau, ACT juga menyalurkan bantuan ke Provinsi lainnya yang terdampak kabut asap seperti Provinsi Jambi, Sumsel, Kalimantan Tengah, Kalimantan barat dan Kalimantan Selatan.
Selain itu juga menurut wahyu, Provinsi Riau menjadi salah satu titik fokus dari ACT dikarenakan selain jumlah penduduknya yang banyak juga karena luas lahan yang terbakar cukup besar.
Selain memberikan bantuan berupa makanan dan vitamin, ACT juga menyalurkan bantuan berupa air bersih untuk beberapa daerah seperti di Kota Dumai, Duri dan juga Kabupaten Bengkalis. "Kita mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki yang berkapasitas 8000 liter", ungkapnya.
Bantuan berupa makanan dan juga air bersih tak tinggal ACT juga membawa bawa bantuan berupa medis. Dengan peralatan yang lengkap, ACT yang membawa 2 unit ambulans yang dinamakan 'Hospitality Ambulance' memberikan pelayanan-pelayanan medias untuk masyarakat yang langsung ditangani oleh dokter spesialis.
Berdasarkan hasil pemantauan kondisi udara terkini, dikatakan Wahyu kabut asap di Riau menurut hasil survey menimbulkan fakta bahwa kabut asap tersebut semakin pekat diwaktu pagi dan sore hari. Tentu dengan begitu menurut Wahyu sangat menggangu perekonomian masyarakat Riau.
"Jadi kita melihat kabut asap ini kan juga memberikan dampak terhadap tekanan ekonomi di mana masyarakat tidak bisa secara normal, kalau tadinya dia bisa bekerja full satu hari mungkin karena ada kabut asap semacam ini maka dia tidak bisa bekerja full day, saya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak melupakan hal tersebut, jadi saya mengingatkan kepada masyarakat Indonesia jika ada saudara kita yang sedang tertimpa bencana untuk saling tolong-menolong," tukas Wahyu.
Sementara itu, Heri Kepala Desa Rimbo Panjang mengucapkan terimakasih kepada ACT yang telah banyak membantu masyarakat Rimbo Panjang, terutama dalam hal memadamkan api yang melahap hutan dan lahan diwilayah kerjanya. "Semoga ini adalah bencana yang terakhir kali terjadi di Indonesia, khususnya di Riau," ucapnya.
Menurut Heri, saat ini di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar masih ada 16 titik api. Dan kurang lebih 200 hektar hutan dan lahan sudah terbakar. "Desa kita ini hampir 95% itu adalah gambut, dan dari laporan relawan masih ada titik-titik lahan yang masih mengeluarkan asap, kegiatan ACT ini adalah kegiatan yang baik dan kita berharap selaku pendampingan volunteer kegiatan-kegiatan sosial ini dan kegiatan amal ini mudah-mudahan sukses ke depannya dan donatur terus bertambah serta menjadi dermawan", imbuhnya.


Komentar Via Facebook :