Soal Excavator Lintasi Jalan Aspal, Dewan Bengkalis Akan Segera Panggil Pemiliknya

Soal Excavator Lintasi Jalan Aspal, Dewan Bengkalis Akan Segera Panggil Pemiliknya

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Sejumlah warga di dusun II dan dusun III Desa Senggoro, kecamatan Bengkalis, dikejutkan dan menganggu ketentraman disaat warga sedang tidur, Kamis malam (12/9/19) pukul 23.57 WIB, oleh 2 unit alat berat jenis excavator yang melewati di badan jalan. Dan tidak layak melewati di jalan umum tanpa menggunakan mobil khusus (Trado).

Akibatnya, dengan berat sangat bertolak belakang, jalan umum mengalami kerusakan.

Saat dikonfirmasi ranahriau.com melalui seluler, Jumat, (13/9/2019), anggota DPRD kabupaten Bengkalis H.Mawardi dari Komisi II periode 2014-2019 yang membidangi Pembangunan Bengkalis mengatakan, Pihaknya akan segera memanggil Pak AHI pemilik (Owner) ke 2 unit alat berat tersebut.

"Untuk menindaklanjuti laporan dari salah satu pemuda di Desa Senggoro, Karena alat berat itu telah merusakkan badan jalan dan menganggu ketentraman warga yang lagi tidur, sehingga terjadi guncangan seperti gempa bumi," terang H.Mawardi.

H.Mawardi menambahkan, Pemerintah kabupaten Bengkalis, telah banyak menghabiskan dana APBD milliaran rupiah untuk jalan tersebut.

"Jangan seenaknya pihak pengusaha menghancurkannya dan pengusaha yang mempunyai alat berat tersebut akan kita panggil," tegas H.Mawardi seorang yang Alim Ulama ini.

Terpisah, Effendi Basri salah seorang tokoh masyarakat Desa Senggoro menuturkan, ia menyayangkan apa yang dilakukan pihak pemilik alat berat itu. 

"Intinya, jalan umum tidak boleh di lewati roda besi, permukaannya bakal hancur, kalau kelebihan tonase, bagian dalam cor akan retak dan patah, lama kelamaan akan hancur." beber Effendi dengan tegas ke ranahriau.com.

Sambungnya lagi, "saya selaku tokoh masyarakat Desa Senggoro meminta dari pihak yang berwenang maupun instansi terkait, agar memanggil Pak AHI pemilik alat berat itu dan bertindak tegas sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang ada," Imbuhnya.

Kendati begitu, kata Effendi Basri, harusnya pemiliknya menggunakan mobil khusus (Trado) untuk mengangkat atau membawa 2 unit alat berat tersebut.

"Apabila mengikuti aturan, tentu bisa untuk menambahkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang bermanfaat buat pemerintah Kabupaten Bengkalis." Tandasnya.
 

 

 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :