Muhammadiyah Riau gelar TOT Buku Ajar Pesantren Regional Sumatera
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Seiiring perkembangan era teknologi dan kini menuju revolusi industry 4.0, Muhammadiyah memandang perlu adanya peningkatan mutu dan peran Pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia khususnya Sumatera yang saat ini sudah berjumlah lebih kurang 78 pesantren, karena melalui pesantren ini diharapkan menjadi pusat kaderisasi ulama, bangsa dan persyarikatan.
Peningkatan peran dan mutu tersebut diwujudkan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah yang ada dihampir seluruh pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah se Indonesia termasuk di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, dengan menggelar kegiatan TRAINING of TRAINER Buku Ajar Pesantren Muhammadiyah tingkat Regional Sumatera pada tanggal 13-15 September 2019 di hotel Grand Dyan Pekanbaru.
Ketua panitia sdr. Iswahyudi mengungkapkan, peserta yang akan mengikuti TOT tersebut lebih kurang 50 orang utusan dari 33 pesantren beserta para pimpinan LPPM provinsi dan kabupaten/kota, yaitu Sumbar, Sumut, Aceh, Jambi, Sumsel dan Riau sebagai tuan rumah.
Sedangkan para instruktur/narasumber dari kegiatan ini langsung akan diberikan oleh Dr .H. Maskuri, M.Ed.dan Dr. H. Muhbib Abdul Wahab, M.Ag yang merupakan Ketua dan Sekretaris LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung oleh tim penyusun buku ajar pesantren tersebut.
Kemudian DR. Harmaini ketua LP2 Muhammadiyah Riau menegaskan bahwa “Lahirnya buku ajar pesantren Muhammadiyah sekaligus modal yang sangat besar yang ditulis sendiri, berdasarkan filsafat kependidikan kita sendiri dan word view kita sendiri berdasarkan cita-cita, matan dan keyakinan serta muqodimah Muhammadiyah tertuang dalam kurikulum ini,”katanya.
dosen UIN Susqa Pekanbaru ini juga berharap, Pesantren Muhammadiyah punya masa depan. Sehingga pesantren bukan hanya kaderisasi ulama, tetapi kadersiasi pemimpin bangsa, dan persyarikatan.


Komentar Via Facebook :