Dugaan Pengambilan Dana 5 Persen Oknum Honor Disdik Kota Pekanbaru.

Zulfan Hafiz : Oknum Bermain Dengan Dana PAUD Harus Dilaporkan.!

Zulfan Hafiz : Oknum Bermain Dengan Dana PAUD Harus Dilaporkan.!

Oknum yang telah merugikan penyelenggara PAUD/TK dengan meminta Sejumlah uang sebesar 5 Persen setelah dana Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) Cair, maka harus dilaporkan ke aparat penegak hukum.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Menyikapi dugaan adanya Pungutan sebesar 5 Persen yang dilakukan oleh oknum Honor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz ST menegaskan, jika benar adanya pungutan sebesar 5 Persen itu, maka perbuatan ini harus segera dilaporkan ke aparat penegak hukum.

"Dana PAUD ini janganlah dimain mainkan, sekarang begini saja, kita harapkan kepada korban yang merasa dimintai 5 persen itu melaporkan, karena sekarang ini kan sudah ada saber pungli dan KPK," Tegasnya saat diwawancarai Reporter RanahRiau.com, Senin (12/8/2019) di Pekanbaru.

Tidak Hanya itu, Politisi Nasdem inipun menyayangkan perbuatan tersebut, Pasalnya, sebagai aparatur pemerintah mestinya hal itu tidak terjadi, mengingat sekarang ini sedang fokus pada profesionalisme dan transparansi.

"Jika persoalan ini ada, maka ini sangat disayangkan, apalagi pemerintah sedang fokus untuk transparansi," Sebutnya.

Kembali lagi, Dirinya menukas, agar tidak menjadi polemik, sebaiknya oknum yang dimaksud harus dilaporkan, jangan sampai ada dugaan dugaan yang tidak tepat. 

Karena, Sambung dia, negara kita adalah berdasarkan hukum dan menjunjung azas praduga tidak bersalah.

"Ini baru di duga, dan sebagai negara hukum harus menjunjung azas praduga tak bersalah, dan harus dilaporkan dahulu, agar tidak menjadi polemik." Pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sejumlah Pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menegaskan, setiap tahun selalu ada oknum yang datang dan meminta sejumlah uang dengan dalih sumbangan ucapan terima kasih. Perlakuan ini, dilakukan ketika dana BOP cair.

Ini diungkapkan salah satu pengelola PAUD yang tidak bisa disebutkan namanya saat rekam wawancara kepada wartawan ranahriau.com, beberapa waktu lalu.

"Setiap tahun kami mendapat dana BOP Paud, Ketika cair ada pihak yang meminta sumbangan ucapan terimakasih, dan ini sudah berlangsung setiap tahun” Bebernya.

Dijelaskan lagi, pihaknya merasa curiga, pasalnya terkesan ada yang mengakomodir terkait pengambilan sejumlah uang BOP tersebut.

"Seperti nya ada pihak yang mengakomodir dan kita tidak tahu apakah itu utusan dinas atau bukan,” Imbuhnya.

Tidak hanya itu, masih dijelaskan narasumber, proses pemberian BOP ternyata tidak merata dan tidak adil, sebab, ada sejumlah PAUD yang terima bantuan lebih dari satu kali.

"PAUD yang kita tahu dalam satu tahun menerima sekali bantuan. Dalam aturan kan tidak boleh dua kali. Seharusnya diperlakukan sama, karena PAUD lain masih banyak yang membutuhkan,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Pendidikan Non Formasi (PNF) Disdik Pekanbaru, Erma saat dikonfirmasi ranahriau.com, Jumat, (2/8/19) di Ruangan kerjanya disaksikan staff honor, membantah terkait adanya pungutan dengan dalih sumbangan terima kasih itu.

Kata Erma, tidak ada pihaknya meminta uang kepada pengelola PAUD, terlebih ada jumlah presentasenya.

"Saya  tidak ada meminta kepada pengelola, apalagi di patokkan sampai  lima persen dari banyaknya nilai bantuan.” Sanggahnya.

Erma juga menegaskan, kabar jemput sumbangan atau ucapan terima kasih dana BOP PAUD oleh oknum honor  Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru itu tidak benar.“Kita pastikan tidak ada pungutan itu," Tegasnya.

Sementara, terkait bantuan dana BOP untuk pengelola PAUD yang mendapatkan lebih dari satu kali, dijawab Erma juga tidak betul.

Meski begitu, anehnya, dari hasil penelusuran pewarta ranahriau.com pada saat yang sama salah seorang staffnya telah mengakui telah terima dana ucapan terimakasih tersebut.

Sementara, Sekretaris Dinas pendidikan kota Pekanbaru  Drs Muzailis melalui seluler, mengatakan, pihaknya sudah memanggil Kabid TK/ Paud.

"Dari keterangan yang di dapat, Kabid tidak mengakui  pemotongan 5 persen, tetapi staff nya mengakui ada uang tanda terima kasih, tidak di minta," Jelasnya.

Saat di tanyakan Wartawan RanahRiau.com, dari rekaman wawancara media kami, terucap pengakuan  pengelola TK/Paud. Jelas ada dua nama  F dan A  oknum honor disdik menjemput  dana 5 persen kesekolah - sekolah, atas perintah dan  persetujuan siapa.?

Menjawab itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berdalih, dengan alasan, dirinya telah mengingatkan Kabid.

"Tidak ada pemotongan dan uang terima kasih." Jawabnya.
 

Editor : FES
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :