Oknum PNS Disdik Pekanbaru di duga Akomodir pungutan 5 persen dana BOP TK /Paud

Oknum PNS Disdik Pekanbaru di duga Akomodir pungutan 5 persen dana BOP TK /Paud

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru,Drs Muzailis

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Terkait pemberitaan pungutan 5 persen yang di lakukan oknum staf honor Disdik  pekanbaru, di duga  di akomodir oknum PNS   Disdik kota Pekanbaru. mulai ada kejelasan meskipun oknum PNS tidak mengakui menyuruh staf honor untuk menjemput dana 5 persen dari nilai banyaknya dana dana yang di terima pengelola TK / Paud.

Sekretaris Dinas pendidikan kota Pekanbaru  Drs Muzailis melalui seluler ( 9-8-2019 ) mengatakan 'kami sudah memanggil Kabid TK/ Paud , Kabid tidak mengakui  pemotongan 5 persen,tetapi staf nya mengakui ada uang tanda terima kasih, tidak di minta," ujarnya 

Wartawan RanahRiau.com menanyakan ada rekaman  pengakuan  pengelola TK /Paud, jelas ada dua nama  F dan A  oknum honor  disdik menjemput  dana 5 persen kesekolah - sekolah  atas perintah dan  persetujuan siapa.?

Sekretaris dinas pendidikan kota Pekanbaru berdalih, sudah mengingatkan Kabid "tidak ada pemotongan dan uang terima kasih." jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sejumlah Pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menegaskan, setiap tahun selalu ada oknum yang datang dan meminta sejumlah uang dengan dalih sumbangan ucapan terima kasih. Perlakuan ini, dilakukan ketika dana BOP cair.

Ini diungkapkan salah satu pengelola PAUD yang tidak bisa disebutkan namanya saat rekam wawancara kepada wartawan ranahriau.com, beberapa waktu lalu.

"Setiap tahun kami mendapat dana BOP Paud, Ketika cair ada pihak yang meminta sumbangan ucapan terimakasih, dan ini sudah berlangsung setiap tahun” Bebernya.

Dijelaskan lagi, pihaknya merasa curiga, pasalnya terkesan ada yang mengakomodir terkait pengambilan sejumlah uang BOP tersebut.

"Seperti nya ada pihak yang mengakomodir dan kita tidak tahu apakah itu utusan dinas atau bukan,” Imbuhnya.

Tidak hanya itu, masih dijelaskan narasumber, proses pemberian BOP ternyata tidak merata dan tidak adil, sebab, ada sejumlah PAUD yang terima bantuan lebih dari satu kali.

"PAUD yang kita tahu dalam satu tahun menerima sekali bantuan. Dalam aturan kan tidak boleh dua kali. Seharusnya diperlakukan sama, karena PAUD lain masih banyak yang membutuhkan,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Pendidikan Non Formasi (PNF) Disdik Pekanbaru, Erma saat dikonfirmasi ranahriau.com, Jumat, (2/8/19) di Ruangan kerjanya disaksikan staff honor, membantah terkait adanya pungutan dengan dalih sumbangan terima kasih itu.

Kata Erma, tidak ada pihaknya meminta uang kepada pengelola PAUD, terlebih ada jumlah presentasenya.

"Saya  tidak ada meminta kepada pengelola, apalagi di patokkan sampai  lima persen dari banyaknya nilai bantuan.” Sanggahnya.

Erma juga menegaskan, kabar jemput sumbangan atau ucapan terima kasih dana BOP PAUD oleh oknum honor  Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru itu tidak benar.“Kita pastikan tidak ada pungutan itu," Tegasnya.

Sementara, terkait bantuan dana BOP untuk pengelola PAUD yang mendapatkan lebih dari satu kali, dijawab Erma juga tidak betul.

Meski begitu, anehnya, dari hasil penelusuran pewarta ranahriau.com pada saat yang sama salah seorang staffnya telah mengakui telah terima dana ucapan terimakasih tersebut.

 


 

Editor : Abidah
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :