IMM Kota Pekanbaru gelar Aksi peduli kesehatan tanggap kabut Asap
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Sekelompok massa yang tergabung memulai Aksi Peduli Kesehatan dalam bentuk pembagian Masker medis kepada masyarakat kota Pekanbaru yang sedang manjalankan aktivitas Olahraga, Dagang dan sebagainya di sekitaran deretan Jl.Sudirman, dari Fly Over Gramedia sampai ke Bundaran di depan Kantor gubernur Riau, Ahad (04/08/2019).
Berdasarkan pantauan dilokasi, Kegiatan ini berpusat di Depan Pustaka Wilayah bersamaan dengan stand Lazismu Kota Pekanbaru yang sedang Mengadakan sosialisasi program Qurban 1440 H. Menurut keterangan dari Alpin Harahap, Aksi ini dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dilakukan Sebagai bentuk responsif dalam menyikapi serta mengambil peran dalam ikut serta membantu persoalan-persoalan sosial ke masyarakatan dan juga mendorong dan mendukung Pemerintah agar secepatnya menyelesaikan persoalan kebakaran Hutan Dan Lahan yang ada di Provinsi Riau.
"Kebakaran Hutan dan lahan yang ada di provinsi Riau berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akan terus menyerang masyarakat secara perlahan-lahan dan terus meningkat, dan bukan Cuma ISPA saja yang di Jual kabut asap, tentu akan memicu penyakit-penyakit lain Apabila kabut asap tidak segera di selesaikan dan tuntaskan. Semoga saja hari ini tidak di jadikan sebagai hari ISPA Se Provinsi Riau… hehehe” ujar Alpin harahap.
Menurut Alpin saat ini kondisi kabut asap di Provinsi Riau, Pekanbaru Khususnya telah menunjukkan ke level sedang, "untuk itu, salah satunya kita mengupayakan dan mengkampanyekan agar masyarakat menggunakan masker apabila keluar rumah dan hendak ber aktivitas untuk mengantisipasi terserang penyakit yang di tuliskan di atas", ujarnya.
Alpin melanjutkan, Data dari BMKG stasiun Pekanbaru mendeteksi 138 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebar di delapan kabupaten di Provinsi Riau. Titik panas terbanyak Hingga hari ini berdasarkan informasi yang kami terima, yaitu di daerah Kabupaten Indragili Hilir mencapai 67 titik. di Pelalawan mencapai 23 titik. di bengkalis 4 titik, di Rokan hilir 9 titik, siak 31 titik, kuansing 1 titik kampar 1 titik dan dumai menyumbang 2 titik. Kabut asap tersebut juga sudah semakin tidak terhindarkan, bahkan sampai-sampai di beberapa kabupaten jarak pandang akibat asap hanya sampai 4 Kilo Meter, ada sebagian 5 Kilo Meter.
"Jangan sampai Provinsi Riau di kenal dan di nobatkan sebagai penyumbang asap terbesar di Indonesia, apalagi sampai ke Negara-Negara tetangga. Sungguh-sungguh sangat memalukan", pungkasnya.
Dari informasi yang diperoleh, jumlah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sejak Januari 2019 mencapai 7.269 Orang, Pemerintah Provinsi Riau (Gubernur) mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dampak asap dengan membagikan 16 ribu masker medis kepada masyarakat di Pekanbaru dan sekitarnya. "Paling banyak di Pelalawan mencapai 14.400 masker," kata Syamsuar, yang juga menjabat Komandan Satgas Karhutla Riau
Alpin menyampaikan bahwa aksi pembagian Masker Medis ini tidak akan berhenti dengan aksi ini saja dan kita akan terus melakukan aksi dengan berbagai bentuk dan cara yang berbeda-beda sampai persoalan kebakaran hutan dan lahan ini selesai membaik oleh Pemerintah.
"Karena menurut saya, kebakaran hutan dan lahan ini bukan serta merta hanya masyarakat yang melakukan pembakaran liar, pasti ada Pihak-pihak atau Oknum-Oknum yang mencari keuntungan atau mungkin yang mengatur skenario pembakaran hutan dan lahan ini seolah-olah agar kelihatan dramatis. Bukan saja pihak masyarakat yang harus di audit dan di investigasi terkait persoalan ini, tetapi juga para oknum-oknum pejabat pemprov apabila terbukti terlibat dalam mempermudah proses pembakaran tersebut. Dan terlebih kepada korporasi (menduga) lebih di targetkan sebagai dalang dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini, maka Pemerintah juga harus mengambil langkah yang tegas apabila ada korporasi yang terlibat dalam skenario ini", tambahnya.
Pantauan dilapangan, aksi pada hari ini dilakukan oleh berbagai lembaga, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiah (NA), Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Riau (MAPALA-UMRI), dan juga Lazismu Kota Pekanbaru.
"Sinergitas gerakan ini merupakan langkah awal kita dalam mendukung sekaligus mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan juga instansi khusus yang memiliki hak dan otoritas untuk menuntaskan masalah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sampai selesai", tegasnya.


Komentar Via Facebook :