Solusi asap Riau, Dr. Elviriadi: kembali ke kearifan masyarakat melayu

Solusi asap Riau, Dr. Elviriadi: kembali ke kearifan masyarakat melayu

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dalam menangani kasus kabut asap di Riau, pakar lingkungan nasional, Dr. Elviriadi, tawarkan solusi asap berbasis kearifan lokal. hal ini disampaikannya dalam diskusi Ngobras (Ngobras) yang ditaja oleh Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Riau, Ahad (04/08/2019).

"Sebaiknya pemerintah harus kembali lagi untuk memperhatikan kearifan lokal masyarakat Melayu, ada 4 kriteria tempat tinggal bagi orang Melayu yaitu, tanah pemukiman, orang Melayu tinggal dirumah panggung, sebagai simbol orang melayu yg tak melawan alam, tanah pekarangan, tanah Peladangan, dan Rimbo Larangan/ Rimbo Pecadangan", ujarnya.

Ketua majelis Lingkungan hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ini juga menyayangkan sikap pemerintah, Pemerintah Pusat dam Daerah harus merubah arah pembangunan lingkungan hidup dan Tata Ruang di bumi lancang kuning. "Dengan berbasis Izin secara massif, ratusan ribu hingga jutaan hektar, hutan tanah dan ruang hidup orang Melayu menjadi kacau balau. Penduduk Melayu di Riau  jatuh miskin dan bencana asap , banjir bandang, kerusakan DAS terjadi pada 4 sungai besar di Riau", pungkasnya.

Pria yg akrab disapa Elv itu menambahkan, empat sungai besar ditanah Riau ini adalah pusat peradaban. Orang Melayu Riau menjadikan sungai sungai itu sebagai penghubung jiwa, ketentraman bathin, dan sumber protein hewani dari ikan dan biota perairan.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menegaskan, sejak masuk perusahaan raksasa, maka sungai Siak dan Kampar jadi pusat pembunuhan. Ribuan ikan mati yg diberitakan media, "airnya bau, dan peradaban sungai musnah dalam memori generasi muda, Sekarang coba lihat, gambut yang binasa dihajar teknologi orang luar dan dirubah rubah rona ekologis, telah membuat gangguan biogeokimia dan fisik gambut. "Wajar asap tetap mengepul," kesalnya.

Elv juga meminta kepada Pemerintah provinsi  Riau dan Pemerintah Pusat agar segera  memperbaiki secara permanen keadaan gambut di Riau ini, "jangan sudah kemarau kayak gini, baru pasang jurus KKBA (Kesana Kemari Bawa Air),," pungkas Putra Selatpanjang yang istiqamah gunduli kepala demi nasib hutan Riau itu.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :