Ketua FTBM Riau, Sutriyono: penangkapan terhadap aktivis literasi sangat disayangkan

Ketua FTBM Riau, Sutriyono: penangkapan terhadap aktivis literasi sangat disayangkan

Ketua FTBM Riau, Sutriyono (sebelah kiri)

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Ketua Forum Taman Baca (FTBM) Propinsi Riau, Sutriyono, menyayangkan aksi aparat polisi yang telah menangkap para pegiat literasi dengan alasan memajang buku berhaluan kiri di Probolinggo. Dalam pesan Whatsappnya kepada wartawan ranahriau.com. pria ini menyampaikan respon terhadap tindakan polisi yang menangkap aktivis literasi tersebut, menurut sutriyono hal tersebut sangat tidak menyenangkan karena tidak seharusnya para pegiat literasi diperlakukan seperti itu,  "cukup tidak menyenangkan terjadi penangkapan terhadap relawan literasi", ujarnya.

Menurut Sutriyono, aktivis  yang telah turun tersebut telah mensupport gerakan dan visi yang dibangun oleh pemerintah dalam menumbuhkan minat baca dan kecerdasan di tengah masyarakat, "kita semua tahu amanat konstitusi kita UUD 1945 bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa itu tanggung jawab kita semua", ungkapnya.

Untuk kedepannya Sutriyono berharap agar ada ruang yang terbuka dari pemerintah untuk berdiskusi dengan para pegiat literasi dan masyarakat, "kami berharap selalu terbuka ruang diskusi antar pemerintah (aparat negara)kepada kita pegiat literasi ataupun relawan yang turut serta dalam mensupport program pemerintah agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,kita tahu sejarah tidak boleh dihilangkan tapi harus kita sikapi dengan benar", pungkasnya.

sebelumnya, pada hari ahad (28/07/2019), Polisi telah menangkap dua pegiat literasi yang menggelar lapak baca gratis di alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (27/7/2019). Kedua pemuda tersebut ditangkap karena diduga memajang buku-buku DN Aidit, tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI).
 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :