Akibat Kemarau
Distan Pelalawan Pesimis Target Peningkatan Produksi Gabah Tercapai
PELALAWAN,RanahRiau.com - Saat ini, dengan luas lahan pertanian pangan yang dimiliki Kabupaten Pelalawan seluas 7.600 Hektare, maka setiap tahunnya negeri Amanah ini mampu menghasilkan 4,2 ton gabah kering. Namun demikian, dengan kondisi masuknya musim kemarau panjang yang melanda tahun ini, maka hasil produktivitas pertanian tersebut akan juga terkena dampaknya.Informasi ini dibeberkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Pelalawan Ir Syafahlevi, Kamis (23/7) di Pangkalan Kerinci.
Dikatakannya, bahwa dengan kondisi cuaca ekstrim tersebut, maka Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Pelalawan pesimis target peningkatan produksi gabah pada tahun ini dapat tercapai akibat para petani menjadi dilema karena irigasi dan sumber air telah mengering.
"Ya, kalau bicara tahun lalu dengan kondisi cuaca yang normal, maka hasil produktivitas pertanian (gabah kering,red) akan mendapatkan angka 4,2 ton gabah kering setiap tahunnya. Tapi kalau kondisi cuaca ektrim yakni musim kemarau saat ini, maka kita pesimis target 4,2 ton gabah kering dapat tercapai," ujarnya.
Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Pertanian Pelalawan ini, bahwa hasil produktivitas gabah sebanyak 4,2 ton tersebut, dilakukan dengan menanam sekali setahun. Namun jumlah tersebut sangat bergantung dengan kondisi cuaca yang terjadi di masa tahun berjalan.
"Artinya, jika kondisi cuaca tidak normal atau musim kemarau sampai panjang, tentunya hasil produktivitas gabang kering tersebut tidak mampu tercapai sebanyak tahun lalu," sebutnya.
Disinggung terkait soal target hasil pertanian tahun ini, Syahpahlevi tidak mau berasumsi terlalu jauh. Namun menurutnya, dirinya optimis jika tidak terkendala oleh musim kemarau panjang, maka pihaknya akan mampu meningkatkan produksi pertanian sebesar 10 persen pada tahun ini dari jumlah produktifitas tahun lalu sebesar 4,2 ton. Namun demikian, jika musim kemarau terus berlanjut hingga Agustus mendatang, pihaknya pesimis target peningkatan 10 persen tersebut dapat tercapai.
"Dan bahkan untuk pencapain pada tahun lalu sebesar 4,2 ton, kita belum yakin bisa tercapai. Jadi, di propinsi Riau ini khususnya kabupaten Pelalawan, konteks bicara kita jangan tentang swasembada beras karena itu masih jauh, tapi tentang peningkatan produksi pertanian terlebih dahulu. Artinya, kalau produksi pertanian meningkat, maka tentunya arah kedepannya swasembada beras baru dapat tercapai," tegasnya.
Dan untuk mengejar target peningkatan 10 persen itu, sambungnya, maka ada beberapa langkah yang dilakukan oleh pihaknya. Diantaranya pemilihan benih unggul, penataan kawasan, penerapan panca usaha tani dan berbagai langkah lainnya.
"Tapi itu kembali lagi bahwa peningkatan produksi pertanian 10 persen itu akan tercapai jika faktor alam pun mendukung untuk hal tersebut. Dan jika faktor alam tidak mendukung, maka sebagus apapun program kita ya percuma saja, karena hasilnya tidak akan maksimal. Untuk itu, kita berharap kemarau saat ini dapat segera berlalu, sehingga hasil salah satu komoditi andalan kabupaten yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini dapat tercapai dan meningkat," pungkasnya. (MCR)


Komentar Via Facebook :