RS Swasta dan Klinik Terancam Tutup

RS Swasta dan Klinik Terancam Tutup

PEKANBARU, RanahRiau.com - Puluhan Rumah Sakit Swasta dan Klinik di Pekanbaru terancam akan gulung tikar. Pasalnya tidak sesuainya biaya Kliem yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Selasa (31/3/15)

Puluhan Pihak Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi Cabang Riau) melakukan Audensi kepada Komisi E Dewan Perwalikan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau. Hal tersebut dikarekan tidak dibayarkan tagihannya semenjak bulan September hingga hari ini.

"Kami mangharapkan bahwa rumah sakit yang terdiri dari Rumah sakit Sansani, Anissa, Mesra, Kancang Kuning, Rumah Sakit ibu anak, Andini Rumbai mengeluh terancam tutup dan ini menjadi perhatian kita bersama bahkan kebijakan-kebijakan atau ketentuan kalau bisa jangan berlaku mundur. Jadi kita bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien, Kalau seandainya kita telah melayani dan ada ketentuan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita berikan," kata Plt Ketua Persi dr Novri Eli.

Dalam pertemuan ini mereka menjelaskan Ketentuan BPJS yang memberlakukan mundur/ surat yang di keluarkan dan peraturan sehingga rumah sakit menjadi rugi. Sistem obat DPHO yang diberikan kepada rumah sakit dari bulan Januari dan Rumah sakit swasta dengan Pemerintah sangat berbeda, seperti saat pembelian obat saja tidak dengan harga yang sudah di tetapkan. bahkan dibawah ekatalog.

"Saat ini harga ekatalog yang diberikan dibawah dengan harga ekatalog. Seperti kalau kita membeli barang dengan harga Rp1000 tidak mungkin kita jual dengan harga Rp800 kepada pasien, Kita tidak mendapatkan obat dengan harga ekatalog, tentunya kita tidak bisa melayani pasien dengan memberikan obat tersebut dipastikan pasien datang complain ke rumah sakit, pasien tidak akan tau permasalahan itu, dan kita juga tidak mungkin menjelaskan kepada pasien tersebur," ungkapnya.

Sementara itu, sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Riau Markarius Anwar, menjelaskan saat ini mengkhawatirkan karena permasalahan yang terjadi sampai mengakibatkan banyaknya masyarakat yang ditolak padahal menggunakan BPJs

"Kita melihat dengan data ini membuktikan apa yang kita khawatirkan selama ini memang terjadi seperti banyaknya pengajuan masyarakat yang ditolak oleh BPJS dan memang permasalahannya ada di BPJS. Namun, hari ini kita dapatkan bahwa ada 10 yang belum kerjasama dan tiga diantaranya sudah tutup, seluruh RS yang tujuh lagi sudah ada untuk memenuhi syarat dan kita akan memfollow up agar kesehatan masyarakat di Riau ini bisa terlayani," katanya.

Dijelaskannya, yang menjadi sumber persoalan yang selama ini terjadi belum mampu menerima keseluruhan pasien karena kapasitas termasuk RSUD Arifin Ahmad belum bisa memenuhi fasilitas untuk pasien. Untuk itu, ia meminta kepada BPJS supaya RS swasta agar di berikan dikerjasamakan dengan baik. 

"Masih banyak pasien masuk terlantar dan fasilitas belum terpenuhi karena jumlah kapasitas yang terbatas dan mengakibatkan menumpuknya di RS tertentu ,dan masih juga di tolak" tegasnya (Bid)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :