Pemda Rokan Hilir Terus Realisasikan Semenisasi Pemukiman
ROHIL, RanahRiau.com- Perekonomian masyarakat Kabupaten rokanhilir,meningkat berkat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) merealisasi pembangunan jalan pemukiman, meskipun kemaren di tahun 2016 kondisi alokasi APBD defisit 812 miliar, pemerintah terus berusaha mencari formula untuk tetap terus lakukan pembangunan. Melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), pemkab Rohil akan melakukan peningkatan jalan dalam Kota Kabupaten Rohil dengan sistem Hotmix dan juga akan membangun dengan sistem rigid. Kedua kegiatan tersebut dananya bersumber dari APBN. Pernyataan itu diungkapkan Kepala DBMP Kabupaten Rohil, Jhon Syafrindow melalui seluler. sabtu (11/05)
Ada beberapa jalan dalam Kota Bagansiapiapi yang di Hotmix," ucapnya.tidak mengetahui jelas berapa KM jalan yang akan dibangun di dalam Kota Kabupaten Rohil. "Sementara pekerjaan hotmix masih dalam tahap lanjutan pekerjaan hingga kini, untuk keseluruhan berapa kilo meter, belum dapat kami terangkan saat ini," tuturnya.
Pemkab Rohil juga membangun jalan dengan sistem dua jalur dari simpang Bundaran Gong hingga depan Kantor Kotamil di Kepenghuluan Meranti Kecamatan Bangko sepanjang 4 KM,dan Peningkatan Jalan Ujung Tanjung
Selain itu, Jalan lintas Ujung Tanjung hingga di Tugu Gong, Bagansiapiapi akan diperbaiki pemerintah pusat seiring dengan peningkatan status jalan tersebut menjadi jalan negara. Peningkatan status jalan itu telah dituangkan dalam SK Kementerian PU. Pihak DBMP Rohil telah menyampaikan surat ke kementerian agar jalan yang merupakan tanggung jawab pusat tersebut dapat segera diperbaiki. peningkatan status jalan diharapkan menjadi jawaban untuk perbaikan yang lebih maksimal bila dibandingkan sebelumnya.
Di samping itu Dinas BMP sendiri tetap menganggarkan sejumlah kegiatan pembangunan, ataupun pemeliharaan jalan yang bertumpu pada APBD Rohil. "Cukup banyak kegiatan yang masuk ke Rohil baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten sendiri. Memang telah terjadi pengurangan anggaran di dinas karena defisit sehingga terpaksa dikurangi Rp279 miliar pada tahun 2016, namun kegiatan yang prioritas tetap dijalankan.
Upaya perbaikan jalan pada tahun ini terangnya yang berupa pemeliharaan ,Nantinya diarahkan terutama untuk perbaikan jalan, jembatan yang kondisinya sangat perlu diperbaiki. Selain dari kebijakan dinas, pihaknya juga akan mempertimbangkan informasi atau permintaan dari masyarakat melalui proposal perbaikan infrastruktur jalan, jembatan. "Pemeliharaan terutama karena kondisi yang sudah riskan misalnya ada di kecamatan Pujud, Pasir Limau Kapas dan lain-lain,” kata Jhon Syafrindouw (adv).


Komentar Via Facebook :