Pesta Demokrasi antara Politik, Negara dan Kekuasaan
RanahRiau.com- Kita tentu memiliki idealisasi di dalam kepala kita mengenai tatanan masyarakat yang mengakomodir kepentingan bersama, di mana soal keadilan sosial mampu diadministrasikan dan dilaksanakan oleh aparatus negara. Mulai dari struktur pemerintahan tertinggi hingga struktur pemerintahan terendah.
Tetapi bukankah soal negara adalah soal kekuasaan?
Kita selalu mengidealkan bahwa kekuasaan harus dipegang oleh orang-orang yang berintegritas, orang-orang yang memiliki visi dan misi mewujudkan cita-cita bersama sebagaimana ketika negara ini didirikan. Tetapi kita juga harus mampu merefleksikan, bahwa soal kekuasaan itu bukan soal benar dan salah, bukan soal baik dan buruk.
Soal kekuasaan adalah soal menang dan kalah. Soal siapa dengan maksud apa ketika kekuasaan itu dipegang. Karena di atas kekuasaan itu, segala aturan-aturan dapat dibuat dan dilaksanakan.
Di tangan orang-orang yang berintegritas dan berkarakter kuat, aturan-aturan akan dibuat dan dilaksanakan berdasarkan kepentingan publik. Begitupun sebaliknya, di tangan orang-orang yang licik, egois dan serakah, aturan-aturan akan dibuat dan dilaksanakan berdasarkan kepentingan privat-nya.
Itu mengapa, seperti yang dikemukakan oleh Cardoso, negara adalah pakta dominasi, sebuah aliansi dasar, di mana kelas-kelas dominan di masyarakat akan memegang kendali atas nasib kelas-kelas yang di dominasi. Sedangkan aturan-aturan tidak lain adalah alas untuk mengukuhkan dominasi itu.
Penulis : Abdul Hafidz AR, S.IP, Pemerhati Sosial Budaya, Alumni Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau, Wartawan di RanahRiau.com, dan Majalah Property dan Bisnis, Sahabat Ombudsman Riau. Diskusi, kritik dan saran silakan ke nomor WA 085263905088 atau email ke ranahriaumedia@gmail.com
Tetapi bukankah soal negara adalah soal kekuasaan?
Kita selalu mengidealkan bahwa kekuasaan harus dipegang oleh orang-orang yang berintegritas, orang-orang yang memiliki visi dan misi mewujudkan cita-cita bersama sebagaimana ketika negara ini didirikan. Tetapi kita juga harus mampu merefleksikan, bahwa soal kekuasaan itu bukan soal benar dan salah, bukan soal baik dan buruk.
Soal kekuasaan adalah soal menang dan kalah. Soal siapa dengan maksud apa ketika kekuasaan itu dipegang. Karena di atas kekuasaan itu, segala aturan-aturan dapat dibuat dan dilaksanakan.
Di tangan orang-orang yang berintegritas dan berkarakter kuat, aturan-aturan akan dibuat dan dilaksanakan berdasarkan kepentingan publik. Begitupun sebaliknya, di tangan orang-orang yang licik, egois dan serakah, aturan-aturan akan dibuat dan dilaksanakan berdasarkan kepentingan privat-nya.
Itu mengapa, seperti yang dikemukakan oleh Cardoso, negara adalah pakta dominasi, sebuah aliansi dasar, di mana kelas-kelas dominan di masyarakat akan memegang kendali atas nasib kelas-kelas yang di dominasi. Sedangkan aturan-aturan tidak lain adalah alas untuk mengukuhkan dominasi itu.
Penulis : Abdul Hafidz AR, S.IP, Pemerhati Sosial Budaya, Alumni Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau, Wartawan di RanahRiau.com, dan Majalah Property dan Bisnis, Sahabat Ombudsman Riau. Diskusi, kritik dan saran silakan ke nomor WA 085263905088 atau email ke ranahriaumedia@gmail.com


Komentar Via Facebook :