DR. Elviriadi: RTRW Kabupaten Meranti di Tengah Gelombang Hang Tuah
Pekanbaru, RanahRiau.com- Pemerintah Kabupaten Meranti saat ini sedang memulai pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam sambutan Pembukaan Konsultasi Publik RTRW belum lama ini, Wakil Bupati membuat pernyataan viral. Dia mengatakan hutan dan lingkungan hidup semakin rusak akibat izin dari pemerintah pusat sehingga rawan terbakar dan bencana alam.
Menyikapi itu, pakar lingkungan hidup DR.Elviriadi menilai, Kabupaten Meranti memang diambang kepunahan ekologis. "Ya, pak Wakil itu cerdas, memang Pulau Rangsang dan Pulau Padang sedang tergerus hutan dan ekosistem lingkungan", ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Elv itu menambahkan, terjadinya kerusakan hutan, bencana asap dan hilangnya asset sumberdaya alam kabupaten Meranti karena budaya "Hang Tuah" telah merobah sifat orang Selatpanjang. "Selatpanjang itu tanah jantan. Simbol dari budaya kritis menolak segala diskriminasi, eksploitasi dan penindasan. Tapi sekarang terjadi perubahan antropologis, orang Selatpanjang jadi latah, apa nak dibuat orang dinegerinya dibiarkan saja. Akhirnya, harga diri dan marwah Melayu hilang pelan pelan, negeripun porak poranda dibuat orang.
Pria yang juga salah satu Alumni dari UKM Malaysia itu mengatakan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Meranti harus berdasarkan kajian lapangan dengan analisis yang komprehensif. Database subsiden (penurunan) lahan gambut per tahun, jenis tanah, tipologi lahan, ruang industri dan pelabuhan strategis, semuanya harus jelas.
Satu hal yang dikhawatirkan Elv, apabila pejabat publik di Meranti memelihara sifat "hang tuah", maka pembahasan RTRW hanya formalitas. Dia menghimbau agar anggota DPRD Kabupaten Meranti, Dinas LH dan tim perumus mengedepankan sikap kritis dan ilmiah. Bila tidak, nasib masyakat tidak berubah. Malah jadi korban pembangunan yg memihak kaum pemodal yang berinvestasi tetapi merusakan tatanan masyarakat Melayu." Pungkasnya.
Reporter : Hafiz


Komentar Via Facebook :