YFCC gelar Talkshow dan FGD
Memahami Permasalahan Limbah Plastik
Pekanbaru, RanahRiau.com- Dalam memahami permasalahan limbah plastik, YFCC Riau melaksanakan agenda talkshow dan FGD tentang permasalahan plastik yang dibagikan Pemerintah, yang diadakan di MeetUp Coworking Space Jalan Todak, senin (21/01/2019)
Dalam kesempatan tersebut salah seorang pembicara, Robi, menyampaikan
bahwa pemerintah telah merevisi program pembagian kantong plastik,
"Pemerintah telah merevisi kembali (17/01/2019) bahwa program pembagian
kantong plastik hanya akan diberikan kepada 4000 nasabah bank sampah
yang tersebar di Pekanbaru, yang sebelumnya ditargetkan pada 3 kecamatan
dengan penyusutan dana menjadi 3M", ujarnya.
Selain itu Nora selaku pembicara yang lain juga menyampaikan, "Sebenarnya, pemerintah sudah bingung untuk mendisiplinkan masyarakat Pekanbaru mengenai sampah ini. mau bilang capek", tapi karena formal Mungkin itu Kalimat yg sesuai. Program ini ditujukan, untuk memberikan apresiasi terhadap warga yang telah berupa memilah sampah, yaitu warga yang telah terdaftar sebagai nasabah bank sampah" sebut Nora dalam pandangannya mengenai program ini.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan forum group discussion (FGD) yang dibimbing langsung oleh pemateri. Diskusi difokuskan mengenai bagaimana mengatasi permasalahan sampah di Riau. Sebagai keluaran akhir, para peserta sepakat untuk mengadakan edukasi internal terlebih daily (red: peserta) mengenai pemilahan sampah yang benar. Agenda ini direncanakan pada hari Jumat (25/01/2019) yang dibimbing secara langsung di lokasi Bank Sampah Online milik ibu Nora. Hal ini direncanakan sebagai upaya utama sebelum melakukan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat
Ade surya Dwi putra Sebagai Ketua Umum YFCC Riau mengatakan kegiatan
bertujuan dalam langkah awal YFCC Riau membantu menyelesaikan
permasalahan sampah di Kota Pekanbaru, "dari hasil Talkshow dan FGD
yang kami buat dengan mengumpulkan para pegiat lingkungan, akademisi,
komunitas dan pegiat bisnis ada satu project yang kami hasilkan yakni
membuat bank sampah di beberapa lokasi strategis, namum pertama kita
memberikan edukasi utama dan nanti bank sampah yang kita bentuk akan
bekerjasama dengan bank sampah Online TDB dan setelah terbentuknya itu
kita akan lakukan pengawasan dan pembinaan ke bank sampah yang sudah
terbentuk tersebut", ujarnya.
Reporter : Hafiz


Komentar Via Facebook :