Petugas Bawa Harimau Yang Terjebak Di Pasar Inhil Ke Dharmasraya
Pekanbaru, RanahRiau.com- Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membawa
harimau sumatera yang masuk ke kawasan pasar Pulau Burung di Indragiri
Hilir, Riau, ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Dharmasraya,
Sumatera Barat, karena Riau belum memiliki pusat rehabilitasi harimau. "Kita
akan observasi harimau di sana bekerja sama dengan Yayasan Arsari PHRS
Dharmasraya," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono kepada Antara di
Pekanbaru, Sabtu.
Selama di PHRS, ia menjelaskan, tim medis dari
BBKSDA Riau dan Yayasan Arsari akan mengobservasi perilaku harimau
jantan berusia tiga tahun itu, juga mencari tahu penyebab si harimau
sampai terjebak di kawasan pasar Pulau Burung. "Jika nanti
observasi dan penanganan rehabilitasi selesai kita akan segera
melepasliarkannya," katanya tentang harimau yang terjebak di pasar
selama tiga hari sejak Rabu (14/11).
Harimau itu akan tinggal di
PRHS Dharmasraya menyusul Bonita, harimau betina berusia empat tahun
yang masuk ke sana awal tahun ini. Bonita sempat menjadi perhatian
publik karena masuk ke permukiman dan perkebunan serta menerkam tiga
warga hingga tewas.
Harimau yang terjebak di pasar Pulau Burung
sejak Rabu (14/11) baru berhasil dievakuasi petugas setelah proses
pembiusan tahap kedua pada Sabtu pukul 01.48 WIB. Pembiusan tahap kedua itu dilakukan saat si kucing besar terjebak di kolong-kolong gedung rumah toko kawasan Pasar Pulau Burung.
Setelah
harimau itu tertidur karena pengaruh obat bius, petugas BBKSDA Riau
membongkar sebagian pondasi lantai rumah toko untuk mengevakuasi hewan
pemakan daging itu.
Suharyono menduga harimau tersebut berasal
dari kawasan semak belukar seluas empat hektare tidak jauh dari pasar
itu, yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu tempat
persembunyian harimau.
Sumber : Antara


Komentar Via Facebook :