Fly Over SKA dan Pasar Pagi Soeta
Parah.. Konsultan Andalalin Ini Belum Dibayar Dinas PUPR Riau
Pekanbaru, RanahRiau.com -
Emlasmi konsultan Analisa Dampak Lingkungan Lalulintas Andalalin dari
PT Nusa Karya Parma yang menyusun Andalalin relakayasa lalulintas dua
fly over jalan Jalan Soekarno-Hatta SKA dan Fly Over Soekarno Hatta
Pasar Pagi, tidak menyangka pekerjaan yang telah dituntaskannya tidak
dibayar oleh Dinas PUPR Provinsi Riau.
Padahal untuk membuat Andalalin tersebut Em telah mengeluarkan dana sekitar Rp200 juta lebih.
“Awalnya
saya diminta oleh Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau,
Yunan untuk mengerjakan Andalalin dua fly over di jalan tersebut, namun
setelah tuntas saya tagih jasa pekerjaan saya, Yunan mengatakan akan
memotong uang jasa tersebut sebesar Rp100 juta, dengan alasan membayar
upah uji laboraturium di Universitas Islam Riau. Permintaan Yunan
tersebut saya tolak karena tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya,”
ujarnya.
Dijelaskan Emlasmi mendapat penolakan tersebut, Yunan
kecewa dan mengatakan tidak akan membayar kontrak pembuatan Andalalin
tersebut dan Em disarankan Yunan menagih ke kontraktor pelaksana
pembangunan fly over. Padahal hasil kajian Andalalin tersebut sudah
dipakai oleh kontraktor pembangunan fly over karena sudah mendapat
rekomendasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Dirlantas Polda Riau
dan dinas PUPR sendiri.
Atas nasib yang dialaminya, Emlasmi telah
melaporkan persoalan tersebut kepada ketua komisi IV DPRD Riau, Husni
Thamrin dan Husni berjanji akan meminta penjelasan dari Yunan. ” Laporan
saya telah direspon oleh ketua komisi IV DPRD Riau, dalam waktu dekat
ini komisi IV akan dipanggil,” terangnya.
Em berharap haknya segera dibayarkan oleh dinas PUPR Provinsi Riau.
Sementara
itu Yunan mengatakan dirinya tidak pernah bekerjasama dengan Emlasmi
untuk membuat Andalalin ia malah mengatakan Andalalin yang dipakai untuk
dua fly over tersebut adalah punya Yudi.
“Tidak benar saya makai Andalalin punya Emlasmi, yang saya pakai punya Yudi,” jelasnya.
Jika
benar apa yang dikatakan Emlasmi, dirinya menantang Emlasmi untuk
melaporkan kepihak yang berwajib,” Jika dia (Em-red) merasa benar kenapa
tidak lapor polisi, kok malah lapor sama wartawan,” katanya dengan nada
tinggi.
Kalau untuk Andalalin konfirmasi saja sama Yudi nanti saya kasih nomornya,” tutup Yunan.
Sementara itu Yudi dihubungi melalui pesan Whattshap membenarkan Andalalin yang dipakai untuk dua fly over itu adalah miliknya.
“Andalailin
yang di Em itu adalah laporan saya yang di ambil dipercetakan, harusnya
laporan tersebut masih ada perbaikan, karena si Em itu operator
komputer kami, saya ijinkan dia untuk mengambil laporan tersebut untuk
di perbaiki,” katanya.
Ditanya apakah bisa mendapat salinan
Andalalin yang ia buat untuk dicrosscek dengan Andalain yang dibuat Em,
Yudi tidak mau menjawab.
Begitu juga pertanyaan apakah benar ia
seorang konsultan dan apakah Andalalin yang menurutnya dipakai ole PUPR
telah dibayar PUPR ? Ia hanya menjawab” Leader kami pak Tito”jawabnya.
Wartawan meminta no hp pak Tito, namun sekali lagi pertanyaan itu tidak dijawab.
Tito yang dimaksud Yudi melalui pesan Whattshap mengatakan dirinya tidak ada sangkut paut dengan Andalalin tersebut.
“Waalaikumussalam
, perlu saya sampaikan bahwa saya sama sekali tidak terlibat dalam
andal lalin seperti dalam tulisan bp. , karena saat itu saya dalam
kondisi sakit . Mohon perbaiki tulisan tersebut . Terima kasih,” kata
Tito
Reporter : Faisyal/Rilis


Komentar Via Facebook :