Situasi Genting, Aparat Amankan sekelompok Massa yang diduga Provokator
Pekanbaru, RanahRiau.com- Sekelompok orang tak dikenal membuat rusuh suasana pada saat proses penjemputan tokoh #2019gantipresiden, Neno Warisman di depan pintu masuk Bandara SSK II Pekanbaru.
Di depan gerbang pintu masuk menuju bandara, terlihat beberapa kelompok Ibu-ibu yang mengatasnamakan Partai Emak-Emak membawa sepanduk berisi "Ini Bumi Melayu, Berpolitiklah Yang Santun, Beradat Dan, Beradab".
pukul 18.15 WIB, datang sekitar 10 orang yang rata-rata berambut keriting, berkulit hitam, menghadang massa yang mendukung Neno. “Bubar kalian, bubar,” ujar mereka sambil berlari ke arah massa pendukung Neno.
Seketika, terjadi bentrok. Massa pendukung Neno tak terima. Saling pukul, kejar-kejaran. Sekelompok orang yang berkulit hitam itu langsung berlarian ke arah semak. Menghilang. Polisi pun melerai bentrok itu. Ada sekitar 30 menit kerusuhan itu terjadi. Hingga pukul 21.00 WIB, ratusan pihak kepolisian dan TNI masih berjaga di gerbang bandara SSK II.
Di depan gerbang pintu masuk menuju bandara, terlihat beberapa kelompok Ibu-ibu yang mengatasnamakan Partai Emak-Emak membawa sepanduk berisi "Ini Bumi Melayu, Berpolitiklah Yang Santun, Beradat Dan, Beradab".
pukul 18.15 WIB, datang sekitar 10 orang yang rata-rata berambut keriting, berkulit hitam, menghadang massa yang mendukung Neno. “Bubar kalian, bubar,” ujar mereka sambil berlari ke arah massa pendukung Neno.
Seketika, terjadi bentrok. Massa pendukung Neno tak terima. Saling pukul, kejar-kejaran. Sekelompok orang yang berkulit hitam itu langsung berlarian ke arah semak. Menghilang. Polisi pun melerai bentrok itu. Ada sekitar 30 menit kerusuhan itu terjadi. Hingga pukul 21.00 WIB, ratusan pihak kepolisian dan TNI masih berjaga di gerbang bandara SSK II.
Sementara mobil Neno Warisman masih terparkir di lokasi awal. Tak bergerak sedikitpun. Sekeliling mobil sedan putih itu, dipasangi garis polisi. Sekeliling juga dijaga ketat polisi. Kabarnya, Neno masih bertahan di dalam mobil itu. "Ada sekitar 5 orang yang ditangkap," sebut, Basri, salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut.
Selanjutanya pelaku dilarikan ke Kantor Polsek Bukit Raya, di Simpang Tiga Marpoyan Damai. Di tengah perjalanan warga dan massa lain yang berada disekitar lokasi sempat tersulut emosi, bahkan sempat ingin menyerang pelaku. Untungnya pelaku tersebut berhasil diamankan petugas dari amukan massa. "Yang kabur masih banyak. Mereka ada yang lari ke arah Simpang Tiga," sambungnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak kepolisian belum memberikan keterangan apapun terkait masalah ini. Untuk diketahui, massa lainnya yang tergabung dalam Ormas, sebelunya ingin menjemput Neno Warisman masih bertahan di lokasi. Mereka menggelar salat Maghrib secara berjamaah, setelah itu rencananya akan kembali melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian untuk menjemput Neno Warisman.
Reporter : Hafiz
Selanjutanya pelaku dilarikan ke Kantor Polsek Bukit Raya, di Simpang Tiga Marpoyan Damai. Di tengah perjalanan warga dan massa lain yang berada disekitar lokasi sempat tersulut emosi, bahkan sempat ingin menyerang pelaku. Untungnya pelaku tersebut berhasil diamankan petugas dari amukan massa. "Yang kabur masih banyak. Mereka ada yang lari ke arah Simpang Tiga," sambungnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak kepolisian belum memberikan keterangan apapun terkait masalah ini. Untuk diketahui, massa lainnya yang tergabung dalam Ormas, sebelunya ingin menjemput Neno Warisman masih bertahan di lokasi. Mereka menggelar salat Maghrib secara berjamaah, setelah itu rencananya akan kembali melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian untuk menjemput Neno Warisman.
Reporter : Hafiz


Komentar Via Facebook :