Sejumlah Massa Menghadang Bandara SSK II Pekanbaru, Neno Warisman terkurung

Sejumlah Massa Menghadang Bandara SSK II Pekanbaru, Neno Warisman terkurung

Pekanbaru, RanahRiau.com- Penyanyi dan bintang film era 1980-an, Neno Warisman tertahan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8). Pemilik nama lengkap HJ Titi Widoretno Warisman itu, sedianya hendak menghadiri undangan deklarasi #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan, Jl Diponegoro, Riau, Minggu (26/8).
Massa Penolak kedatangan Neno Warisman melakukan penghadangan mobil bernomor Polisi D 1352 AFK yang ditumpangi Neno Warisman di pintu keluar Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Sabtu (25/8/2018) Neno Warisman tertahan di pintu keluar Bandara Sultan Syarif Kasim.

Namun, kedatangan Neno yang merupakan inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu, dihadang massa, sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak TNI dan kepolisian, sudah mewanti Neno dan keempat temannya untuk tidak keluar dari bandara. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto khawatir, sebab sudah ada ratusan orang yang siap menghadang Neno cs di gerbang luar bandara. Namun Neno cs tetap ngotot untuk keluar bandara. Berjalan dengan cepat, mereka memasuki mobil BMW 320d warna putih, berpelat nomor D 1352 AFK.
Mobil itu tetap berjalan, tapi terpaksa berhenti di gerbang. Sebab, massa sudah menghadang, menolak kedatangan Neno Warisman cs. “Pulang, pulang, pulang. Usir dia (Neno, red). Kami cinta damai. Jangan pecah kami,” ujar orator dan massa. Mursal Fadhillah, pengacara Neno Warisman, mengatakan kedatangan mereka ke Pekanbaru untuk menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden. Kegiatan itu tetap digelar walaupun sebelumnya panitia mengundur kegiatan hingga 2 September. “Kata panitia tetap digelar,” sebutnya.

Dia juga tahu bahwa kegiatan itu tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Namun menurutnya, deklarasi tersebut tak perlu izin, melainkan hanya perlu surat pemberitahuan. Terkait adanya penolakan yang muncul, dia menilai itu tidaklah murni lagi.
Saat itu, tak hanya Kapolres Pekanbaru yang ada di lokasi. Ada juga Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, dan Danrem 031/WB, Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM, yang menggunakan pakaian bebas. Sekitar pukul 17.10 WIB, massa yang menolak kedatangan Neno, mulai rusuh.

Mobil Neno dilempari dengan botol air mineral. Gerbang besi bandara digoyang-goyang. Mereka juga menyepak gerbang itu, hingga mengeluarkan dentuman yang keras. Hal ini lantas membuat personel TNI AU geram. Aparat mengejar massa tersebut. sempat terjadi bentrok.

Massa yang awalnya berjumlah sekitar 200 orang, mulai menghilang. Mereka kabur. Terlihat hanya tinggal beberapa orang. Sekitar pukul 17.30 WIB, datang sekitar 20 orang yang tergabung dalam Masyarakat Melayu Riau. Mereka datang menjemput Neno. Gema takbir terdengar dari kejauhan. “Allahuakbar. Allahuakbar,” teriak sejumlah massa tersebut.

Tiba-tiba, pukul 18.15 WIB, datang sekitar 10 orang yang rata-rata berambut keriting, berkulit hitam, menghadang massa yang mendukung Neno. “Bubar kalian, bubar,” ujar mereka sambil berlari ke arah massa pendukung Neno.

Seketika, terjadi bentrok. Massa pendukung Neno tak terima. Saling pukul, kejar-kejaran. Sekelompok orang yang berkulit hitam itu langsung berlarian ke arah semak. Menghilang. Polisi pun melerai bentrok itu. Ada sekitar 30 menit kerusuhan itu terjadi. Hingga pukul 21.00 WIB, ratusan pihak kepolisian dan TNI masih berjaga di gerbang bandara SSK II. Sementara mobil Neno Warisman masih terparkir di lokasi awal. Tak bergerak sedikitpun. Sekeliling mobil sedan putih itu, dipasangi garis polisi. Sekeliling juga dijaga ketat polisi. Kabarnya, Neno masih bertahan di dalam mobil itu.



Reporter : Hafiz
 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :