Anak Melayu Geram, Akibat Ustadz Somad Ditolak Ormas di Bali
Pekanbaru, RanahRiau.com - Aksi penolakan safari dakwah Ustad Abdul Somad di Pulau Dewata, Bali, oleh ormas setempat, mendapat kecaman keras sejumlah kalangan. Terkhusus dari tanah kelahiran sang Ustad yakni Provinsi Riau.
Seperti pernyataan warga asal Kota Pekanbaru, Gustian, mengutuk aksi penolakan tersebut. Menurutnya kegiatan yang akan dilakukan Ustad Abdul Somad bersifat religi dan menyebarkan dakwah kepada sesama umat Muslim di Bali.
"Agendanya kan jelas ceramah di masjid dan sifatnya resmi lagi. Tidak ada selama ini seperti yang dikatakan Ustad Abdul Somad anti Pancasila, anti NKRI. Ini sudah keterlaluan, dan bisa memancing keributan sesama kita umat beragama," kata Gustian, yang aktif dalam organisasi Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB-LHMR).
Lebih dari itu, kata Gustian, sebagai sesama anak Melayu hendaknya mendukung apa yang sudah dilakukan Ustad kondang tersebut. Dan ia mengajak untuk menyatukan barisan, bila masih ada aksi-aksi serupa apalagi mengatasnamakan Pancasila dan NKRI.
"Jangan-jangan Ormas itu yang tidak suka dengan Pancasila. Makanya dia mencari alasan. Kita mengutuk penolakan tersebut," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kedatangan Ustadz Abdul Somad di Pulau Bali dalam rangka menjalani sejumlah safari dakwah mendapat penolakan oleh beberapa elemen ormas di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB).
Pada Jum'at (08/12/2017), KRB mendesak agar Ustadz Somad diusir dari Bali. Mereka bahkan sampai merangsek masuk ke dalam Hotel Aston Denpasar tempat dimana Ustadz Somad berada.
Reporter : Ahnof
Editor : Fes


Komentar Via Facebook :