Populerkan Gamelan diluar Negeri, 3 Warga Inggris ini dapat Penghargaan
Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar RI di London Rizal Sukma menyerahkan penghargaan pemerintah Indonesia kepada Alec Roth, Neill Sorrell, dan Anne Hunt.
"Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya pribadi mendapat penghargaan atas apa yang pernah saya lakukan," kata Anne Hunt, yang berharap bisa kembali ke Indonesia.
Ia mengaku terharu dan tidak menyangka usahanya mempopulerkan musik
gamelan di Inggris mendapat penghargaan. Untuk diketahui, dia pernah
membawa tur musisi dan penari Jawa keliling Inggris dan Eropa dengan
perangkat gamelan berada belakang mobil van.
Sementara Neill
Sorrell, etnomusikolog yang pernah belajar gamelan di Universitas
Wesleyan, mengibaratkan upaya mereka sebagai bibit bunga yang kini sudah
tumbuh dan bertambah banyak. Pengajar musik di York University itu
mendorong universitas membeli gamelan, yang baru terwujud setelah upaya
delapan tahun, serta terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian gamelan
di Inggris seperti Durham Oriental Music Festival & English Gamelan
Orchestra. Selain bermusik, Neill Sorrell banyak menulis buku dan
artikel tentang gamelan serta membuat komposisi gamelan.
Sementara
Alec Roth, saat gamelan SouthBank dibuka tahun 1987/88 memberi akses
bagi publik untuk belajar gamelan. Programnya membuka kelas malam,
lokakarya dan pelatihan gamelan di sekolah dan kelas anak-anak di akhir
pekan merupakan terobosan yang patut dihargai dalam memperkenalkan
gamelan di Inggris. Pendiri kelompok gamelan South Bank itu juga yang
mengajak guru untuk membeli gamelan dan membuka program gamelan di
sekolah-sekolah di Inggris.
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar
Farid mengatakan penghargaan kepada ketiga pelopor seni gamelan itu
merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepara orang-orang yang mendukung
pengembangan musik gamelan di Inggris. Gamelan sudah mendunia sejak
1889, ketika Paris World Fair menampilkannya. Sekarang gamelan sudah
tersebar dan tumbuh di banyak lembaga pendidikan dan seni, dan menjadi
salah satu alat ekspresi seniman dunia.
Komunitas-komunitas
gamelan sekarang sudah tersebar di Prancis, Inggris, Belanda, Jerman dan
negara Eropa lain; serta Amerika dan Asia. Di Amerika tercatat ada
setidaknya 200-an komunitas gamelan sedang di Inggris ada 158 komunitas.
Kepala
Subdit Diplomasi Budaya Luar Negeri Ahmad Mahendra mengatakan di
Inggris, gamelan sudah terdokumentasi oleh Stamford Raffles (1781-1826)
yang memberikan deskripsi gamelan paling awal dalam The History of Java
(1817). Raffles adalah orang Inggris pertama yang membawa dua ansambel
gamelan ke negaranya. Satu di antaranya bisa ditemukan di Claydon House
di London. British Museum juga menyimpan koleksi gamelan sejak tahun
1859.
(Republika.co.id)


Komentar Via Facebook :