Bentrok Houthi dan Pendukung Saleh di Yaman tewaskan dua Orang
Yaman, RanahRiau.com- Pendukung mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh bentrok dengan
pejuang Houthi, menewaskan dua orang. Bentrokan yang terjadi di Kota
Sanaa itu, merupakan bentrok terparah yang belum pernah terjadi
sebelumnya dalam aliansi melawan koalisi pimpinan Arab.
"Anggota
pendukung Saleh, menembak pejuang Houthi, yang mencoba mendirikan pos
pemeriksaan keamanan di sekitar rumah anaknya Saleh serta di kantor
media ternama," ujar penduduk setempat, Ahad (27/8).
Pertarungan
terus-menerus berlanjut selama beberapa jam, dikatakan penduduk
tersebut, bahkan memotong akses jalan utama di lingkungan Hadda.
Sementara, kantor berita negara yang dikuasai Houthi, SABA, mengatakan dua orang yang tewas adalah dua anggota penting dalam pejuang Houthi.
Namun,
laporan media tentang jumlah korban yang lebih dari dua orang, masih
belum bisa dikonfirmasikan lagi. Aliansi taktis antara Houthi dan Saleh
memang tampak rapuh, keduanya saling curiga terhadap tujuan utama dan
jarang sekali berbagi tentang ideologi masing-masing.
Saleh
mengumpulkan ribuan pendukungnya dalam sebuah demonstrasi seharian, pada
Kamis (24/8) lalu. Hal tersebut dilakukan Saleh, sehari setelah Houthi
menyebut dirinya sebagai 'iblis' dan mengutuk pernyataan dia yang
menyebutkan Houthi sebagai 'milisi'.
Pendukung Saleh dan Houthi
telah bersama-sama mengatur pemerintahan Yaman Utara dan telah memerangi
pemerintah pusat yang dilihat juga oleh dunia internasional. Itu mereka
lakukan dari Yaman Selatan, didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi
selama 2,5 tahun.
Koalisi ikut campur dalam perang sipil pada
2015 itu, bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan ke kekuasaan di
Sanaa. Namun konflik yang telah menewaskan sekitar 10.000 orang itu,
saat ini sedang mengalami jalan buntu. Perpindahan besar oleh koalisi
loyal merupakan ciri khas pemandangan politik Yaman yang sangat dominan,
terutama sejak kisruh 'Arab Spring' pada 2011, yang akhirnya
menjatuhkan Saleh pada 2012
(Republika.co.id)


Komentar Via Facebook :