Andi Rachman sesalkan Bentrok antara Supir taksi Konvensional dengan driver Go-Jek

Andi Rachman sesalkan Bentrok antara Supir taksi Konvensional dengan driver Go-Jek

Pekanbaru, RanahRiau.com- Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman ikut menyesalkan atas terjadinya keributan dan pengeroyokan antara supir taksi konvensional dengan driver GoJek, Minggu (20/8/2017) malam.

"Harusnya ini tidak terjadi. Saya minta semua pihak bisa menahan diri," imbau orang nomor satu di Riau tersebut kepada media di Comfort Hotel Dumai, Minggu malam.

Andi Rachman menegaskan, bahwa pemerintah setempat dalam hal ini Pemko Pekanbaru harus segera membuat peraturan yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dan kebijakan yang akan ditetapkan pun, menurutnya, harus merujuk kepada ketentuan dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang sudah ada.

"Ini terjadi karena persaingan bisnis transportasi antara yang menggunakan cara lama dan yang IT. Tentu pemerintah harus segera memutuskan bagaimana mengatur ini. Kita harus merujuk pada ketentuan yang dikeluarkan Menhub," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi ratusan driver GoJek yang menyerang taksi konvensional di depan Mal SKA Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Minggu (20/8/2017) petang tadi diduga dipicu adanya pengeroyokan terhadap rekan mereka, yang diduga dilakukan oknum supir taksi.

Menurut kepolisian, awalnya terjadi keributan dan pengeroyokan oleh oknum supir taksi konvensional terhadap driver GoJek, pada Minggu sore, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta depan pintu masuk SKA CoEX. Itu disebabkan keberadaan taksi online yang menganggu aktivitas mereka sebagai angkutan penumpang.

Menurut mereka, para penumpang banyak beralih ke ojek online (GoCar, GoJek, GoGrab dan Uber, red), serta dianggap belum diizinkan operasionalnya oleh Pemko Pekanbaru. Itu lah yang ditenggarai jadi pemicu utama keributan antara dua kubu tersebut.

Dari peristiwa ini, seorang Driver GoJek berinisial AS (29 tahun, red) jadi korban. Selain dirinya, kabarnya juga ada supir GoCar juga jadi sasaran. Terkait itu, polisi sampai saat ini masih menyelidiki kasusnya. Hal itu dibenarkan Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Usut punya usut, oknum supir taksi konvensional ini sengaja memancing dengan mengorder taksi online dan berpura-pura sebagai pemesan. Itu dilakukan untuk memastikan GoJek dan GoCar masih beroperasi. Tak lama, orderan itu pun datang ke Mal SKA Pekanbaru.

Masuk jebakan, oknum supir taksi konvensional yang sudah berkumpul dan menunggu, langsung bertindak. Mereka melampiaskan kekesalan dengan memukuli dan menggembosi ban mobil GoCar, serta menyetop GoJek yang melintas di sana.

Tak ayal, driver GoJek (berinisial AS, red) pun jadi sasaran kemarahan. Beruntung AS segera diselamatkan lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini. Nah, karena tak terima rekan mereka dikeroyok, ratusan massa GoJek pun membalas.

Mereka mendatangi lokasi dan mensweeping taksi konvensional yang melintas. Massa juga melampiaskan kemarahan dengan merusak taksi tersebut, membuat sebagian mobil rusak, diantaranya kaca, spion dan bodinya penyok dihantam helm dan kayu.

(Goriau.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :