Man Of The Years 2017

Tanggapi Man of The Years 2017, Andi Rachman: Harus Jelas maksud dan Tujuannya

Tanggapi Man of The Years 2017, Andi Rachman: Harus Jelas maksud dan Tujuannya

Pekanbaru, RanahRiau.com- Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menegaskan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak sembarangan dalam memberikan izin pemakaian gedung tanpa syarat administrasi yang jelas dan mengantongi izin penyelenggaraan iven dari kepolisian.

"Ke depan kalau memang ada OPD yang memberikan izin dalam pemakaian Anjungan Idrus Tintin, harus hati-hati dan tanya betul ada izinnya apa nggak," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman itu kepada media di Comfort Hotel Dumai, Minggu (20/8/2017) malam.

Mengingat nama Riau mulai dikenal di kancah nasional dan internasional, pria yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau tersebut tidak menampik bahwa Riau menjadi salah satu alternatif sebagai tempat pelaksanaan sebuah iven besar.

Memang kondisi tersebut secara tidak langsung menguntungkan bagi Riau, hanya saja peraturan tetaplah menjadi peraturan yang harus ditaati.

Untuk itu, semuanya harus berjalan sesuai prosesur yang ada. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan masalah, apa lagi menimbulkan keresahan. Ini perlu dilakukan demi kenyamanan bersama.

"Orang-orang sudah mulai melihat Riau sebagai tempat untuk melaksanakan acara, contohnya seperti itu (Man of the years). Apakah sifatnya itu internasional atau tidak, tetap harus diperjelas dulu maksud tujuan kegiatan, izin lainnya sudah ada belum dan tamu-tamu yang datang itu bagaimana," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diduga 'kebobolan' karena acara bertaraf internasional Man Of The Years 2017 hampir saja diselenggarakan tanpa izin resmi di Anjungan Idrus Tintin kawasan Purna MTQ Pekanbaru. Beruntung, acara itu dapat secepatnya dihentikan secara paksa oleh polisi pada Sabtu (19/8/2017) malam.

"Kita juga nggak tahu, saya cek ke Dinas Pariwisata juga nggak tahu. Nggak dapat undangan," kata Gubri.

Andi juga mendapat laporan, bahwa sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman sudah menegur Event Organizer (EO) acara yang diikuti oleh pria-pria bule perwakilan dari 13 negara tersebut.

"Memang Kadispar sudah sempat menegur EO nya, untungnya pihak keamanan bisa mengatasi itu," ungkap Gubri.

Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih karena aparat berwajib telah bergerak cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tujuannya (aparat menghentikan acara, red) kan supaya tidak membuat keresahan, khususnya di Pekanbaru," tandasnya.

(Goriau.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :