Wakapolresta Pekanbaru Ingatkan Masyarakat Terhadap Penipuan IT
Pekanbaru, RanahRiau.com- terkait maraknya aksi penipuan teknologi informasi belakangan ini, Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata mengingatkan masyarakat untuk hati-hati, waspada dan melakukan kroscek pada tawaran-tawaran dengan iming hadiah maupun transaksi perbankan. Hal tersebut disampaikan Wakapolresta kepada Media, Jumat, (4/8/2017)
Dikatakan Edy, dengan berbagai modus mengunakan fasilitas handphone, pelaku memanfaatkan akses media sosial sebagai peluang untuk menjaring korban, dan pada umumnya masyarakat dengan mudah termakan bujuk rayu dengan janji dan iming dalam bentuk hadiah, tawaran pekerjaan serta dalam bentuk transfer uang tunai.
"Hampir seluruh media sosial dimanfaatkan pelaku sebagai jembatan komunikasinya dengan calon korban. Baik itu melalui pesan SMS, Whatsapp, Blackberry Mesenger serta media sosial Facebook dan lainnya. Ada beberapa faktor mengapa seseorang menjadi korban, Diantaranya ketidaktahuan, pemahaman terkait tawaran-tawaran hadiah serta iming-iming yang terkesan dari sumber terpercaya, Padahal secara tidak langsung ketika seseorang tidak melakukan konfirmasi ulang pada sumber yang sebenarnya akan sangat mudah dipengaruhi," Terang Wakapolresta.
Karena itu, Edy menghimbau, kepada masyarakat luas untuk tidak gampang percaya dengan informasi yang diterima melalui media komunikasi maupun media sosial.
"Bila tidak tahu atau ragu tentang sesuatu informasi yang diterima bisa berkoordinasi dengan orang lain atau petugas terkait sesuai bidangnya," Ujar Edy.
Menurutnya, salah satu contoh modus penipuan adalah pemberian hadiah dari produk tertentu yang disampaikan kepada calon korban melalui media komunikasi.
Untuk kasus ini sudah sangat banyak terjadi dan sudah berlangsung sejak lama namun tetap saja ada yang menjadi korban hingga saat ini.
"Maka u sekali lagi diingatkan kepada masyarakat untuk tidak gampang memberikan nomor kontak telepon serta data pribadi kepada orang yang tidak dikenal atau baru dikenal. Selain perlu dipahami bahwa informasi yang didapat melalui media sosial tidak semuanya benar dan harus dicermati dengan baik atau dalam dikonfirmasi atau tabayyun," Serunya.
Diakhir, Ia berpesan, masyarakat jangan cepat tertarik dengan ajakan atau janji yang menggiurkan dari seseorang, Sebab bisa jadi anda akan dijadikan target penipuan.
"Semoga apa yang saya paparkan ini akan menambah wawasan masyarakat agar terhidar dari praktek penipunan yang akan merugikan," Tandasnya.


Komentar Via Facebook :