KOMNAS ANAK
Sorong Waspada Penanaman Paham Kebencian, Persekusi Hingga Kejahatan Terhadap Anak
Penanaman paham radikalisme, intoleransi, kebencian, kekerasan dan persekusi dikalangan anak Indonesia baik dalam ruang kelas, dan ruang publik di kabupaten dan kota Sorong Papua Barat sangat perlu diwaspadai dan sangat dibutuhkan membekali anak-anak dengan Cerdas umtuk menangkalnya, demikian pesan moral yang disampaikan Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dihadapan 300 siswa dan siswi di kota Sorong, media, guru, penatua maupun guru-guru Sekolah Minggu pada acara temu bicara dari rangkaian Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang diselenggarakan Komisi Anak dari Orogram kerja GKI Maranatha Klasis Sorong..
Selain itu, Kota Sorong dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini fakta dan petistiwa telah menunjukkan bahwa kabupaten dan kota Sorong berada pada situasi Darurat Kejahatan terhadap Anak.
Kasus kejahatan seksual bergerombol yang dilakukan terhadap bocah K (3,5) dan kasus-kasus kejahatan seksual lainnya yang terjadi sebelumnya di kota Sorong baru-baru ini membuat hati sesak dan marah.
Kasus tindak pidana aborsi yang dilakukan salah seorang bidan terkenal di Kota Sorong dengan melibatkan puluhan anak-anak remaja sebagai korban, demikian juga dengan kasus dimana Polresta Sorong sedang mengamankan seorang anak yang baru lepas dan beranjak dewasa yang ditangkap dari rumahnya karena diduga menyebarkan paham radikalisme kelompok tertentu diluar wilayah hukum Indonesia, kebencian dan teror di kota Sorong membuktikan bahwa di Kota Sorong sedang terjadi kejahatan yang mengorbankan anak dan penebaran paham-paham radikalisme, intoleransi dan kebencian harus dilawan, ditangkal dan diwaspadai. Sebab Perbedaan yang ada di dunia ini adalah ciptaan dan karunia Tuhan..Oleh karena haruslah dihargai, dihormati dan tidak perlu dipermasalakan. Demikian ditambahkan Arist Merdeka Sirait Putra tanah Batak peduli Anak Papua.
"Nah untuk membekali anak mampu menangkal paham radikalisme, kebencian, intoletansi, bullying dan ancaman kekerasan dikalangan anak, Arist pria berjenggot membekali anak dengan pengetahuan 10 hak anak yang harus dimiliki anak-anak di Papua serta pengetahuan cara cerdas menggunakan media sosial."
Dalam temu bicara yang juga menghadirkan para orangtua dan guru-guru sekolah, mendesak para orangtua untuk mengakhiri menkonsumsi minuman keras dan menghilangkan prilaku kekerasan, menunjukkan keteladanan sebagai orangtua yang patut ditiru, menempatkan anak sebagai sahabat dan kawan, mengakhiri semboyan diujung rotan ada emas, menyempurnajan Pendidikan keagamaan dalam keluarga serta menciptakan rumah dan sekolah ramah anak.
Arist Merdeka Sirait
Ketua Umum
Komnas Perlindungan Anak.


Komentar Via Facebook :