Memaknai Tradisi Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Sungai Siak

Memaknai Tradisi Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Sungai Siak

Pekanbaru, RanahRiau.com- Bulan Puasa Ramadhan sebentar lagi menjelang. Meski masih menunggu hilal tanda puasa dimulai, namun suasana di sejumlah daerah tanah air telah ramai dengan berbagai tradisi budaya yang dieksperesikan masyarakat setempat untuk menyambut bulan suci tersebut.

Sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan kaya akan budaya nusantara, masyarakat muslim di Indonesia punya tradisi tersendiri untuk menyambut datangnya bulan suci tersebut. Meski tata cara tradisi menyambut bulan puasa beragam, namun semangatnya tetap sama, yakni sebagai bentuk syukur serta kegembiraan umat muslim akan datangnya bulan puasa.
Sudah menjadi tradisi di Pekanbaru, Provinsi Riau, sehari sebelum menyambut bulan suci Ramadan, dilaksanakan sebuah ritual kegiatan yang disebut dengan Petang Megang, atau yang juga disebut dengan ritual adat Balimau Kasai.

Ribuan masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi Petang Megang, untuk turun bersama-sama ke sungai yang sudah dijadikan lokasi Petang Megang setiap tahunnya. Di Riau sendiri, terdapat dua daerah yang biasanya paling ramai dikunjungi masyarakat, yakni Sungai Siak di Pekanbaru, dan Sungai Kampar di kabupaten Kampar.

Tradisi Petang Megang ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat yang membaur di pinggir sungai, namun juga dipadati oleh masyarakat yang sekedar ingin menyaksikan acara tersebut secara dekat. Acara ini biasanya diakhiri dengan mandi balimau secara massal di sungai, yang bertujuan untuk mensucikan diri sebelum menyambut bulan suci Ramadhan.
Secara ritual, tradisi Petang Megang merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan beramai-ramai yang dihadiri oleh pemuka adat, tokoh agama dan masyarakat hingga pejabat daerah.

Tradisi ini diawali dengan ziarah ke berbagai makam pemuka agama dan tokoh-tokoh penting Riau. Ziarah dilakukan setelah salat Dzuhur. Lalu dilanjutkan dengan ziarah utamanya yaitu ziarah ke makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang juga dikenal dengan nama Marhum Pekan. Beliau merupakan sultan kelima Kerajaan Siak Sri Indrapura (1780-1782 M) dan juga pendiri kota Pekanbaru.

Usai berziarah, rombongan akan kembali ke masjid Pekanbaru untuk menunaikan salat Ashar berjemaah. Setelah itu para pejabat dan rombongan berarak berjalan menuju arah Jembatan Siak I yang merupakan lokasi puncak perayaan Petang Megang.

Setibanya di tepian Sungai Siak, dilanjutkan dengan prosesi mandi belimau secara simbolis kepada 10 anak berusia kecil dan remaja untuk dimandikan oleh para tokoh-tokoh di sana.

Di samping itu, untuk memeriahkan Petang Megang, ada serangkaian acara hiburan yang biasanya dihadirkan panitia, diantaranya lomba dayung sampan disepanjang sungai siak.

Kegiatan Petang Megang ini dipercaya bisa mensucikan diri lahir dan batin dalam menyambut bulan Suci Ramadan.

Tidak semua warga akan mandi bersama di Sungai Siak. Sebagian warga memilih menonton di atas jembatan. Karena selain menjadi tradisi, Petang Megang merupakan salah satu destinasi wisata di Pekanbaru yang ada hanya pada sehari sebelum puasa.

Acara ini berakhir sebelum azan Magrib berkumandang. (Fiz)

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :